Pedang patah itu dingin.Shen Yue memegangnya dengan kedua tangan yang gemetar. Darah hitam yang sudah mengering dua bulan di bilah pedang itu tidak bisa hilang, bahkan saat ia gosok dengan kain bersih.Ini darah Huo Yu. Ia kenal baunya, bau besi dan salju."Ibu, kenapa Ibu nangis?" Huo Chen yang berumur dua tahun menarik-narik baju Shen Yue dengan tangan kecilnya. Ia tidak mengerti kenapa semua pasien di kedainya tiba-tiba diam dan menatap pedang jelek di lantai.Shen Yue tidak menjawab. Ia memeluk Huo Chen erat-erat, seolah kalau ia lepas, anak itu juga akan menjadi pedang patah dan hilang.Prajurit buntung yang membawa pedang itu masih berlutut di lantai Kedai Obat Merdeka, menangis tersedu-sedu dengan satu kakinya yang tersisa."Maafkan hamba, Tabib Yue... hamba tidak bisa melindungi Jenderal... hamba satu-satunya yang selamat dari Lembah Angin Hitam setelah Jenderal jatuh ke jurang..."Belum sempat Shen Yue bertanya lagi tentang jurang, suara kuda dan genderang istana berhenti te
Last Updated : 2026-09-07 Read more