"May, yuk ke kantin! Hari ini menu makan siangnya bakso iga, loh," ajak Dina seraya mengapit tas kecilnya, siap melangkah. Waktu makan siang tiba lebih cepat dari yang Maya harapkan. Suara riuh para karyawan yang mulai meninggalkan area kubikel untuk menuju kantin justru membuat dada Maya makin berdebar kencang. Ia sengaja memperlambat gerakannya, berpura-pura sibuk merapikan berkas di meja dengan harapan Leon akan lupa atau pergi duluan bersama para petinggi perusahaan. "Eh, lu duluan aja deh, Din. Gue... gue masih ada sedikit laporan yang harus diisi," alibi Maya sambil tersenyum canggung, berusaha bersikap sel Normal mungkin. Dina menatapnya curiga sejenak, namun akhirnya mengangguk. "Ya udah, jangan kelamaan melamun ya, May. Nanti kehabisan!" Begitu Dina dan rekan-rekan kerjanya melangkah jauh meninggalkan koridor, suasana di lantai itu mendadak hening. Maya menarik napas lega, menyandarkan punggungnya di kursi. Namun, kedamaian itu hanya bertahan tiga detik. Ceklek. Pintu r
Última atualização : 2026-09-04 Ler mais