"Uuughhh..." Sensasi mual mendadak mengocok perut Maya. Reflex, ia buru-buru membekap mulutnya sendiri. Maya langsung mendorong dada pria asing berjas mahal yang baru saja menolongnya. "Ma—maaf, tapi ... aku mau muntah," racau Maya pelan, lalu bergegas melanjutkan langkahnya yang sempoyongan menyusuri lorong remang. Namun sialnya, kali ini Maya justru menabrak orang yang salah. Bruk! "Hei, Nona! Kalau sudah menabrak orang, mana bisa pergi begitu saja?" bentak seorang pria lain seraya menyengkeram kuat lengan Maya. Tatapan pria itu turun, mengabsen tubuh Maya dari atas ke bawah dengan binar mesum yang sangat kurang ajar, membuat bulu kuduk Maya meremang risih. "Ck! Apa yang kamu lakukan?! Lepaskan aku!" pekik Maya, mencoba menepis cengkeraman kasar itu. Meski tubuhnya agak oleng, Maya memaksakan kakinya tetap menapak. Kepalanya kian berdenyut hebat dan pandangannya makin kabur terdisorientasi alkohol. Menyadari kondisi Maya yang setengah sadar, pria hidung belang itu ju
Last Updated : 2026-07-31 Read more