Derren melangkah ke balkon dan menelepon Raline, berniat memintanya bekerja sama untuk berpura-pura bercerai.Namun, setelah berkali-kali menelepon, yang terdengar hanyalah suara operator yang datar."Maaf, ponsel yang Anda tuju sedang tidak aktif. Silakan coba lagi nanti ...."Entah kenapa, rasa gelisah di hatinya makin menguat.Derren mengernyit, buru-buru mengirim pesan pada Raline.Namun, pesan yang dikirimnya malah gagal terkirim, seolah mengejeknya."Raline! Kamu ini maunya apa sih?! Nggak lihat sekarang lagi situasi apa? Kok malah ngambek lagi?!"Menahan rasa kesal dan panik di dalam hati, dia buru-buru menelepon sekretarisnya, Candra."Candra, segera hubungi Raline. Suruh dia segera ke sini!"Mendapat perintah itu, Candra mengerahkan entah berapa banyak orang untuk menelepon dan mengirim pesan kepada Raline, tetapi tak satu pun mendapat balasan. Dengan gugup, dia melapor, "Pak Derren, Nyonya ... Nyonya nggak bisa dihubungi! Perlu saya cari tahu keberadaannya, Pak?""Nggak usah
Baca selengkapnya