Short
Di Bawah Lampu Pohon Mahoni, Menatap Bima Sakti

Di Bawah Lampu Pohon Mahoni, Menatap Bima Sakti

By:  SilasCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Memasuki tahun kelima pernikahan, Raline Kaelan ingin bercerai. Saat menuju kantor, dia kebetulan melihat sang sekretaris hendak mengantar berkas untuk Derren Isaac. Dengan dalih searah, dia mengambil alih tumpukan berkas tersebut, lalu diam-diam menyelipkan surat perjanjian cerai di antaranya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat berkas itu disodorkan, Derren sedang sibuk menelepon. Tanpa sekali pun melihat isinya, dia langsung membubuhkan tanda tangannya, termasuk pada surat perjanjian cerai tersebut.

Raline terpaku menatap surat perjanjian cerai yang sudah ditandatangani itu. Untuk sesaat, pikirannya kosong.

Akhirnya, semua ini akan segera berakhir.

Saat hendak mengambil berkas itu dan beranjak pergi, lengannya tak sengaja menyenggol bingkai foto elegan di atas meja. Bingkai itu langsung terjatuh, disusul suara kaca yang pecah berhamburan.

Gadis dalam foto itu tersenyum cerah, tetapi separuh wajahnya kini tertutup oleh serpihan kaca.

Itu adalah Zia Atharya, cinta sejati Derren yang telah lama tiada.

"Kamu ngapain, sih?!"

Panggilan telepon Derren terputus seketika. Suaranya tiba-tiba meninggi, dipenuhi amarah yang tak mampu lagi dia bendung.

Derren sontak berdiri dan langsung mendorong Raline dengan keras.

Raline terhuyung ke belakang akibat dorongan itu. Telapak tangannya menekan pecahan kaca di lantai, memunculkan rasa perih yang menusuk seketika. Dia mengatupkan giginya rapat-rapat, berusaha keras agar tidak berteriak, tetapi air matanya tetap saja mengalir tak terbendung.

Dia menunduk menatap tangannya. Darah menetes dari ujung-ujung jarinya, menodai berkas-berkas di lantai hingga memerah.

Namun, Derren seolah tak melihat penderitaannya. Pria itu membungkuk memungut foto tersebut, lalu dengan hati-hati menyingkirkan pecahan kaca yang menempel, takut foto tersebut mengalami kerusakan sekecil apa pun. Gerakannya begitu lembut dan teliti, seolah sedang memegang harta paling berharga di dunia.

Hati Raline seketika membeku. Menatap pria di hadapannya ini, dia dilanda kesedihan yang tak terlukiskan.

Mereka sudah menikah selama lima tahun. Nyatanya, dirinya yang masih hidup dan bernapas ini, tak ada artinya dibandingkan selembar foto.

"Masih ngapain kamu di sini?" Derren menatapnya, tatapannya sedingin es. "Mulai sekarang, jangan masuk ke ruanganku tanpa seizinku."

Raline tak menjawab. Dia hanya diam-diam memungut berkas-berkas di lantai, lalu berbalik pergi.

Telapak tangannya masih berdarah, tetapi dia sama sekali tak merasa sakit lagi.

Tepat saat dia mencapai pintu, dia mendengar Derren kembali menelepon seseorang.

Suaranya masih terdengar dingin, tetapi ada nada mendesak di sana. "Sudah ketemu belum pengganti yang mirip Zia?"

Entah apa yang dijawab orang di seberang sana, suara Derren kini terdengar sarat akan penderitaan yang tak bisa dia bendung. "Terus cari! Kenapa udah bertahun-tahun berlalu, aku nggak bisa nemuin satu orang aja yang mirip dia? Kenapa dunia harus sekejam ini sama aku ...."

Langkah Raline terhenti sejenak, rasa perih menyergap hatinya.

Dia menunduk menatap telapak tangannya yang berlumuran darah, lalu menyunggingkan senyum pahit.

'Derren, kamu memang nggak nemuin orang yang mirip Zia. Tapi, aku udah nemu.'

'Tenang aja, aku bakal latih dia sampai siap, terus ... aku sendiri yang bakal nganterin dia ke sisimu.'

Raline memesan taksi menuju sebuah vila atas namanya.

Mobil melaju membelah jalanan kota yang sibuk. Pemandangan di luar jendela berkelebat cepat, tetapi pikirannya justru melayang jauh ke masa lalu.

Dia dan Derren tumbuh bersama sejak kecil. Dia telah mencintai pria itu selama sepuluh tahun penuh.

Sayangnya, hati Derren sudah terpaut pada orang lain. Sejak gadis bernama Zia itu muncul, matanya tak pernah lagi menoleh pada perempuan lain.

Namun, takdir berkata lain. Zia sakit parah dan mengembuskan napas terakhirnya di usia 20 tahun. Sejak saat itu, Derren tenggelam dalam duka dan akhirnya terpaksa menerima pernikahan demi kepentingan keluarga dengan Raline.

Semua orang di lingkaran pergaulan mereka tahu betapa besar cinta Raline pada Derren. Maka ....

Saat Derren memajang papan arwah Zia di rumah dan rutin mendoakannya setiap hari, Raline memilih untuk bertahan.

Saat Derren memenuhi sisi tempat tidur dengan foto-foto Zia dan seolah mengobrol dengannya setiap hari, Raline tetap bersabar.

Bahkan saat Derren terobsesi mencari orang yang mirip Zia ke seluruh penjuru dunia, Raline pun memilih menahan diri.

Dia mengira, selama dia terus setia mendampingi pria itu, lambat laun Derren pasti akan menoleh dan mencintainya.

Dia bahkan sempat berkhayal, suatu hari nanti Derren akan melupakan Zia, mereka akan dikaruniai anak, dan hidup bahagia hingga tua.

Namun, realita justru menamparnya telak.

Dia pernah mengandung tiga kali, tetapi semuanya harus berakhir dengan keguguran.

Awalnya, dia mengira itu karena kondisi tubuhnya yang lemah sehingga tak mampu mempertahankan janinnya. Ternyata, baru setelah mengalami keguguran untuk ketiga kalinya, dia tak sengaja mendengar percakapan Derren dengan teman-temannya.

"Derren, tiap kali Raline hamil, kamu sendiri yang kasih dia obat penggugur kandungan. Kalau dia tahu, hatinya pasti hancur lebur."

"Sakit hatinya dia itu urusan dia, nggak ada hubungannya sama aku. Kalau sampai aku punya anak sama perempuan lain, Zia di alam sana pasti sedih."

Baru saat itulah Raline sadar, ternyata kegugurannya selama ini bukanlah kecelakaan, melainkan akibat obat penggugur kandungan yang Derren berikan sendiri padanya!

Alasannya? Hanya karena pria itu takut Zia di alam sana bersedih?!

Mendengar itu, dia seolah tersambar petir. Sekujur tubuhnya membeku.

Malam itu, dia yang hancur berlari ke bar untuk melupakan segalanya dengan alkohol. Di sana, dia tak sengaja menyelamatkan seorang gadis muda yang hendak dijual oleh orang tuanya kepada seorang pria tua demi uang mahar.

Wajah gadis itu ... sangat mirip dengan Zia di masa lalu.

Menatap wajah gadis itu, sebuah ide gila tiba-tiba berkecamuk di benak Raline.

Kalau Derren tak bisa melupakan Zia, maka sebagai istri sah, dia akan minggir dan memberi jalan.

Dan sebagai bonus, dia akan memberikan sebuah hadiah istimewa untuk pria itu.

Dia akan menjadikan gadis ini pengganti Zia, untuk mendampingi Derren selamanya!

Di Vila Bay, Raline membuka pintu utama dan melihat Nanta Benjamin sedang belajar gaya berpakaian Zia dari instruktur yang dia utus.

Gaun putih berkerah boneka dipadukan dengan kalung mutiara yang elegan, membuat Nanta terlihat begitu polos dan memikat.

Sayang sekali, warna rambutnya agak kusam karena kurang gizi, dan tubuhnya pun terlihat terlalu kurus.

Namun, justru karena tubuhnya yang ringkih itu, dia makin mirip dengan Zia saat masih sakit.

Raline sempat tertegun sejenak, lalu tanpa sadar memberi arahan, "Zia lebih suka pakai gaun putih, rambutnya harus agak bergelombang, dan parfumnya pakai wangi melati."

Nanta mengangguk patuh, suaranya terdengar lembut, "Iya, Kak Raline. Aku bakal belajar yang bener."

Gadis itu tidak ingin dinikahkan dengan pria tua, apalagi dia ingin kabur dari orang tuanya yang rakus bak vampir. Raline pernah memperlihatkan foto Derren padanya, tinggi, tegap, tampan, dan berkarisma. Pria seperti itu mustahil dia dapatkan di dunianya yang dulu. Mendampingi pria seperti itu, dia rela. Makanya, belakangan ini dia belajar dengan sungguh-sungguh.

Raline menatapnya, perasaannya campur aduk. Dia mengulurkan tangan dan mengelus rambut gadis itu. "Aura Zia-nya udah mulai kelihatan. Sebentar lagi, aku bakal ngantar kamu langsung ke sisinya."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status