LOGINMemasuki tahun kelima pernikahan, Raline Kaelan ingin bercerai. Saat menuju kantor, dia kebetulan melihat sang sekretaris hendak mengantar berkas untuk Derren Isaac. Dengan dalih searah, dia mengambil alih tumpukan berkas tersebut, lalu diam-diam menyelipkan surat perjanjian cerai di antaranya.
View MoreMendengar itu, Derren nyaris meremukkan ponselnya karena marah. Setelah menarik napas dalam-dalam berkali-kali, dia akhirnya berhasil menenangkan diri. "Tunggu, aku akan segera sampai!"Dengan kecepatan penuh, Derren akhirnya tiba di perusahaan. Namun, dia melihat Nanta duduk di kursinya, bahkan dengan santai berputar-putar beberapa kali."Bagaimana, Derren? Puas dengan semua yang kamu lihat sekarang? Aku sudah bilang, aku nggak ingin melihatmu mengganggu Kak Raline."Di saat seperti ini, Derren akhirnya mengerti. Semua ini adalah ulah Nanta.Dia nyaris tertawa sinis karena terlalu marah, lalu menggeram dengan gigi terkatup."Nanta, aku benar-benar meremehkanmu. Kamu memang punya kemampuan, tapi Keluarga Isaac punya kerajaan bisnis yang sangat besar. Kamu pikir kamu bisa menjatuhkan Keluarga Isaac cuma dengan trik-trik kecil begini? Kamu nggak takut aku memenjarakan kamu?"Nanta mengukir senyum tipis. Ekspresinya tetap lembut seperti biasa, sangat mirip dengan Zia, tetapi kata-kata ya
Meski Edward tak mempermasalahkannya, Raline sendiri tak bisa menganggapnya sepele.Saat Raline mengira hubungan mereka akan berakhir sampai di sini, Edward justru memilih cara lain untuk menyatakan cintanya. Dia menyatakan cintanya dengan begitu tulus, seolah ingin mengumumkannya kepada seluruh dunia.Dia juga secara terang-terangan mengatakan bahwa Raline tidak perlu memberikan hatinya sekarang. Cukup menikmati cintanya saja. Dia akan menunggu hingga hari di mana Raline benar-benar jatuh cinta padanya.Pada akhirnya, Raline tetap jatuh hati. Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa menikmati masa kini bukanlah hal yang buruk.Saat mencintai, jalani hubungan dengan sungguh-sungguh. Jika cinta itu padam, berpisahlah.Setidaknya, kebahagiaannya saat ini adalah nyata, dan itu sudah lebih dari cukup.Teringat akan semua itu, lengan Raline yang melingkar di bahu Edward perlahan mengencang."Edward, hari ini aku mencintaimu lebih dari kemarin."Edward terkekeh pelan. "Sebuah kehormatan bagiku.
Raut wajah Raline sedingin es. Dia tak akan lagi merasa sakit hati oleh tindakan atau ucapan apa pun dari Derren.Wajah Derren langsung berubah buruk, seolah isi hatinya yang sebenarnya baru saja ditelanjangi.Namun, dia tetap keras kepala. "Raline, nggak mungkin aku suka sama kamu. Aku nggak bakal mengkhianati Zia, aku cuma akan mencintai dia seorang."Raline belum sempat membuka suara, Edward sudah lebih dulu menyindir."Mulutmu terus berdalih nggak bakal mengkhianati, tapi kenyataannya kamu sudah mengkhianati Zia berkali-kali.""Mencari pengganti adalah pengkhianatan, menikahi orang lain adalah pengkhianatan, memperlakukan pengganti seolah-olah dia adalah Zia juga pengkhianatan, melamar si pengganti pun sama saja pengkhianatan.""Kamu sudah menyakiti Zia, menyakiti Nanta, dan juga menyakiti Raline. Dengan kelakuan seperti itu, apa hakmu bersaing denganku? Setidaknya aku setia pada satu orang, nggak punya sosok pujaan hati dalam angan-angan, dan nggak gengsi mengakui perasaanku seper
Melihat Edward seperti itu, hati Raline seketika dipenuhi rasa iba yang dalam.Dulu, di depannya, pria itu selalu tampil kuat dan bisa diandalkan. Kalau tiba-tiba bertingkah seperti ini, pasti salah Derren!Tatapannya menjadi sedingin es, dengan waspada dia melindungi Edward di belakangnya."Derren, kamu gila, ya? Ngapain mukulin dia?"Berhadapan dengan tatapan sedingin itu, hati Derren terasa tertusuk sangat dalam.Dia menatap Raline dengan tak percaya, nyaris tertawa sinis karena saking kesalnya."Aku bahkan belum sempat memukulnya, kamu malah nyalahin aku? Kamu berubah banget, ya."Dia tak pernah menyangka, Raline yang dulu selalu mengejarnya ke mana pun dia pergi, kini malah membela pria lain dan menyalahkannya tanpa alasan yang jelas!Yang sudah gila sebenarnya Raline, 'kan?Derren menatapnya tajam, tidak ingin melewatkan satu pun perubahan ekspresi di wajah Raline.Namun, Raline tetap bersikap dingin, bahkan sampai mengerutkan kening dengan tidak sabar."Berubah? Tentu saja orang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.