Melihat Edward seperti itu, hati Raline seketika dipenuhi rasa iba yang dalam.Dulu, di depannya, pria itu selalu tampil kuat dan bisa diandalkan. Kalau tiba-tiba bertingkah seperti ini, pasti salah Derren!Tatapannya menjadi sedingin es, dengan waspada dia melindungi Edward di belakangnya."Derren, kamu gila, ya? Ngapain mukulin dia?"Berhadapan dengan tatapan sedingin itu, hati Derren terasa tertusuk sangat dalam.Dia menatap Raline dengan tak percaya, nyaris tertawa sinis karena saking kesalnya."Aku bahkan belum sempat memukulnya, kamu malah nyalahin aku? Kamu berubah banget, ya."Dia tak pernah menyangka, Raline yang dulu selalu mengejarnya ke mana pun dia pergi, kini malah membela pria lain dan menyalahkannya tanpa alasan yang jelas!Yang sudah gila sebenarnya Raline, 'kan?Derren menatapnya tajam, tidak ingin melewatkan satu pun perubahan ekspresi di wajah Raline.Namun, Raline tetap bersikap dingin, bahkan sampai mengerutkan kening dengan tidak sabar."Berubah? Tentu saja orang
Mehr lesen