Kalau benar-benar benci pada Raline, pasti dari awal dia tidak akan pernah membiarkan wanita itu mendekatinya.Dulu, tak sedikit perempuan yang mencoba mendekatinya, tetapi semuanya dijauhkan oleh Derren.Suasana canggung menyelimuti teman-temannya cukup lama, sebelum akhirnya mereka mulai mencairkan suasana."Oke, oke. Kalau kamu bilang nggak, ya nggak. Kami tahu kok, kamu cuma khawatir sama teman masa kecilmu yang lagi di luar negeri. Kami juga bakal suruh orang bantu nyari. Oh ya, Raline udah nggak ada kabar, kamu udah hubungi orang tuanya belum?""Mereka pasti tahu 'kan, lagian itu anak kandung mereka. Udah lama nggak ada kabar, kamu harusnya ngabarin mereka."Derren terdiam cukup lama, lalu mengangguk.Musik yang tadinya menggelegar di dalam ruang VIP mendadak dihentikan. Dia menelepon ayah Raline.Entah kenapa, hatinya merasa agak gelisah.Dia tahu dia sangat bersalah pada Raline.Ponsel berdering cukup lama sebelum akhirnya diangkat."Derren, ada apa?"Derren berdehem pelan, ber
Mehr lesen