Adrian kembali ke kediaman adipati. Halaman yang sebelumnya berantakan sudah dirapikan. Namun pintu kamar Nadia tertutup rapat. Jelas dia masih diliputi amarah.Adrian tidak memedulikannya. Dia langsung menuju ruang kerja, menggesek tinta, lalu mengangkat kuas.Di depan selembar kertas, orang pertama yang terlintas di benaknya justru Alya.Tangannya pernah memegang pensil alis untuk menggambar alis wanita itu.Mata Adrian dulu hanya melihat dirinya seorang, mengukir wajahnya dalam ingatan.Hatinya pernah begitu membara, dipenuhi oleh nama Alya.Namun, sekarang, perceraian mereka bahkan tidak melalui tangannya sendiri. Hanya dengan satu dekret kekaisaran, hubungan mereka diputus tanpa belas kasihan.Adrian mulai menulis. [Nadia, sebelum memasuki kediaman ini, telah menghina mantan istri Adipati, Alya, hingga memaksanya memohon perceraian kepada Kaisar. Setelah menikah, belum genap tiga hari, dia telah membuat kediaman ini kacau balau. Tidak memiliki kebajikan sebagai seorang istri, tida
Baca selengkapnya