Mendengar perkataan Nadine, Damien mendengus sambil menatapnya dengan penuh penghinaan.Dia sedikit mendongakkan dagu. Suaranya sedingin es saat berkata, "Nadine, nggak usah pura-pura lagi. Kamu mati-matian nggak membiarkan Naya menemuiku karena ingin mengendalikanku dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengusir Clarice, 'kan?""Kuberi tahu ya, sehebat apa pun rencanamu, itu nggak akan berhasil!"Dia berhenti sejenak, lalu menegaskan ucapannya. "Berhentilah memimpikan hal yang nggak masuk akal."Nadine tertawa pahit sambil menatapnya dengan sorot mata dingin. "Damien, kamu terlalu percaya diri dan terlalu merasa dirimu penting. Yang kuinginkan sekarang cuma satu, memutuskan semua hubungan denganmu dan nggak ada lagi keterkaitan apa pun."Benar. Dia harus menjadi kuat. Dia harus mengakhiri mimpi indah itu dengan tangannya sendiri.Damien baru saja hendak membalas, tetapi Anita langsung memotongnya. Dia menatap Damien dengan tajam, lalu membentaknya, "Damien, diam! Cepat minta maaf ke N
閱讀更多