"Bu Nadine, sebenarnya Damien itu ...."Namun, sebelum Boy sempat menyelesaikan ucapannya, ponsel di sakunya tiba-tiba berdering. Dia mengeluarkan ponsel dan melihat bahwa Damien yang menelepon. Dengan tatapan meminta maaf kepada Nadine, dia mengangkat telepon."Halo, Damien ....""Boy, Mila sudah sadar. Cepat bawa Nadine ke rumah sakit."Boy tertegun sejenak, lalu menoleh ke arah Nadine yang tampak lemah. "Damien, Nadine sedang demam. Kondisinya sangat lemah. Sepertinya dia nggak bisa ke mana-mana sekarang ...."Damien terdiam beberapa saat. "Kalau begitu, rawat dia dulu. Setelah kondisinya membaik, baru bawa dia ke sini."Setelah mengatakan itu, dia langsung menutup telepon.Boy menghela napas pasrah, lalu memandang Nadine. "Damien yang menelepon. Mila sudah sadar. Tapi jangan khawatir, pulihkan tubuhmu dulu. Setelah kondisimu lebih baik, baru kita ke rumah sakit."Ketika mendengar Mila sudah sadar, Nadine akhirnya menghela napas lega. Namun, sesaat kemudian dia berkata dengan nada y
閱讀更多