Keira selalu tahu.Dia tahu perasaan yang diam-diam dipendam Arga untuknya, tetapi tidak pernah menolak. Dengan tenang, dia menikmati perhatian serta kasih sayang yang diberikan pria itu.Bahkan setelah Arga menikah, dia masih ingin menyingkirkan satu per satu perempuan di sisi pria tersebut.Arga melepaskan jari-jari yang mencengkeram lengan bajunya satu per satu, tanpa sedikit pun belas kasihan."Dulu, aku memang pernah menaruh rasa padamu."Suaranya sangat pelan, seolah hanya sedang berbicara kepada dirinya sendiri."Tapi, setelah aku menikahi Eila, orang yang kucintai adalah dia, dan hanya dia seorang."Arga melepaskan tangan perempuan itu dan mundur selangkah."Jaga dirimu baik-baik."Setelah mengatakan itu, Arga berbalik dan melangkah pergi. Sosoknya perlahan menghilang di bawah cahaya rembulan.Keira terpaku di tempat. Air mata masih membasahi wajahnya, tetapi dia bahkan lupa untuk menangis.Dia menoleh ke arah Raka."Kak Raka."Sejak tadi, Raka berdiri di ambang pintu tanpa men
Read more