Eila tiba di kantor pemerintah saat hari masih pagi.Setelah menjelaskan maksud kedatangannya, panitera memeriksa berkas cukup lama. Kemudian, dia menatap Eila dengan raut wajah yang agak aneh."Nyonya, sepertinya pernikahan ini tidak perlu bercerai."Eila tertegun."Maksudnya?"Panitera membentangkan dokumen itu dan menunjuk bagian kosong di paling bawah."Menurut hukum Dinasti Buwana, surat nikah baru sah jika dibubuhi cap resmi pemerintah. Saat itu, Jenderal Arga tidak pernah mengurus cap resminya. Jadi, kalau mengikuti hukum, pernikahan ini sebenarnya tidak sah."Seorang pelayan di belakangnya bergumam pelan."Hamba masih ingat. Waktu itu, jenderal datang mengurus berkas dan berkata, meski tidak bisa menikahi perempuan yang ingin dinikahinya, dia juga tidak ingin nama perempuan lain tercantum di surat nikah."Suaranya pelan, tetapi setiap katanya terdengar jelas.Eila terpaku di tempat.Kemudian, dia tersenyum.Sudut bibirnya sedikit terangkat, tetapi ada sesuatu di matanya yang be
Read more