Alis Julian langsung berkerut tajam.Dadanya seperti baru saja dihantam keras oleh sebuah pukulan.Namun, hanya beberapa detik kemudian, dia malah terkekeh sinis, seolah baru saja mendengar lelucon paling menggelikan. “Selena yang suruh kamu bilang ini, ya? Aktingmu benar-benar buruk.”“Sampaikan padanya, kalau memang mau menghentikan jamuan malam ini, suruh dia datang sendiri menemuiku. Jangan terus memakai trik murahan seperti ini.”Setelah berkata demikian, dia langsung menutup telepon dan memblokir nomor itu.Namun, entah kenapa suasana hatinya justru jauh lebih baik.Tatapannya kembali mengarah ke luar aula perjamuan dan semakin dipenuhi harapan.Gisely menghampiri, lalu merangkul lengan Julian sambil berkata dengan suara manja, “Julian, apa Nyonya Kalandra marah lagi? Maaf, semua ini salahku. Aku sudah membuatmu kepikiran.”Tak disangka, Julian justru melepaskan tangan wanita itu perlahan. Jangankan menoleh, meliriknya pun tidak. Dia langsung berbalik dan berjalan menuju pintu ut
Read more