Short
Saat Perjanjian Berakhir, Dia Memilih Melepaskan

Saat Perjanjian Berakhir, Dia Memilih Melepaskan

โดย:  Costaจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
16บท
5.3Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Selena memergoki suaminya, Julian Kalandra, sedang berkencan dengan selingkuhan kesembilan puluh sembilannya, Gisely Kirana. Tak lama kemudian, dia kembali ‘secara tidak sengaja’ didorong hingga terjatuh dari tangga. Bayi yang telah dikandungnya selama delapan bulan pun meninggal seketika. ‘Kecelakaan’ seperti ini telah terjadi tepatnya lima kali. Namun, Selena Valencia tidak membuat keributan sedikit pun. Dia menjalani perawatan di rumah sakit seorang diri. Sepanjang proses itu, tak sekali pun dia melontarkan tuduhan atau menyalahkan siapa pun. Semua itu hanya karena delapan tahun lalu, Nyonya Besar Keluarga Kalandra pernah memaksanya menandatangani sebuah perjanjian yang memalukan. Melahirkan anak dalam waktu satu tahun, akan mendapatkan hadiah dua ratus miliar rupiah. Melahirkan anak dalam waktu tiga tahun, akan mendapatkan hadiah seratus miliar rupiah. Jika dalam delapan tahun masih belum memiliki keturunan, maka tidak lagi berhak mencampuri perselingkuhan maupun kehidupan bermain perempuan suaminya di luar sana. Tepat pada tahun ini, memasuki tahun kedelapan.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Saat Selena keluar dari rumah sakit, seluruh warga Kota Feron sudah menunggu untuk menyaksikan dia dipermalukan. Mereka menunggu dia kembali seperti sebelumnya—keempat kalinya, mendatangi Gisely dengan amukan dan tuntutan tanggung jawab.

Bahkan ada orang yang membuat topik diskusi hangat di internet yang diperbarui secara langsung.

[Menurut kalian, kali ini Selena akan memakai cara apa untuk menghancurkan Gisely?]

Kolom komentar pun langsung memanas.

[Siapa yang nggak tahu kalau lima kali keguguran Selena semuanya gara-gara Gisely? Kelihatannya si nomor 99 benar-benar cinta sejati Pak Julian. Pantas saja dia dijaga habis-habisan bak harta paling berharga.]

[Selena memang perempuan kasar yang bodoh sekaligus serakah. Demi uang, dia memaksakan dirinya menikah dengan keluarga konglomerat. Dia pantas menerima apa yang terjadi hari ini! Seharusnya dia sudah lama diceraikan!]

Di luar dugaan, dia sama sekali tidak bereaksi. Dia justru dengan tenang menyukai komentar yang mendukung perceraian itu, membuat semua orang terkejut.

Lalu, melalui akun utamanya, dia membalas, [Kalian benar.]

Tindakannya itu langsung menggemparkan seluruh jagat maya.

Bahkan, teman Julian yang merupakan seorang pemengaruh tak bisa menahan diri untuk memulai siaran langsung dan meminta konfirmasi darinya.

“Kak Julian, hebat banget! Perempuan gila yang sesulit Selena saja berhasil kamu jinakkan? Ayo, bagikan pengalamanmu kepada teman-teman di siaran langsungku.”

Julian tidak menjawab.

Sebaliknya, dia mengeluarkan ponselnya dengan acuh tak acuh dan melihat pesan yang baru saja masuk.

[Tuan Julian, Nyonya menuju ke ruang brankas keluarga.]

Dia mencibir pelan, lalu mengirim tautan siaran langsung itu kepada Selena. Setelah itu, dia menatap kamera dengan nada mengejek. “Jinak apanya? Cuma karena uangnya cukup besar saja. Sifat buruknya memang nggak akan pernah berubah.”

“Aku berani bertaruh dengan kalian. Kalau mau membuatnya menelan penghinaan ini begitu saja, dua puluh miliar rupiah saja jelas nggak akan cukup. Benar begitu, Nyonya Kalandra?”

Saat membuka tautan itu dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya melontarkan sindiran serta ejekan untuknya, Selena tetap tak kuasa menundukkan pandangannya.

Rasa sesak di dadanya terus-menerus mengingatkannya bahwa di mata Julian, dia akan selamanya menjadi perempuan rendahan yang menganggap uang lebih berharga daripada segalanya.

Meskipun ini sudah kegugurannya yang kelima, bahkan anak kandung yang dikandungnya telah terbentuk sempurna, Julian tetap yakin bahwa uang saja sudah cukup untuk membungkamnya dan membuatnya menelan semua penghinaan itu.

Dia mengangkat tangan, menyeka air mata yang entah sejak kapan menggenang di sudut matanya. Setelah keluar dari siaran langsung, dia pun berjalan lurus menuju ruang brankas keluarga.

Di hadapannya terbentang batangan emas, perhiasan, barang antik ... semuanya tersedia. Apa pun yang diambil, nilainya bisa mencapai harga yang fantastis.

Namun, dia bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Dia langsung berjalan ke lemari paling dalam dan mengambil selembar kertas putih yang telah menguning dari dalam laci.

Sebenarnya, delapan tahun lalu, saat Selena menikah dengan Julian dan masuk ke Keluarga Kalandra, ada dua perjanjian yang dia tanda tangani.

Selain perjanjian yang pernah dilihat Julian, masih ada satu lagi, yaitu perjanjian penghentian.

[Apabila setelah delapan tahun masih belum memiliki anak, kedua belah pihak berhak memutuskan sendiri apakah akan melanjutkan atau mengakhiri pernikahan ini.]

Selena menatap tulisan di atas kertas itu. Pandangannya perlahan mengabur, pikirannya pun sedikit demi sedikit kembali terseret ke masa lalu.

Delapan tahun lalu, keluarga Valencia dijebak oleh musuh hingga bangkrut. Ayah Selena mengalami luka parah dan dirawat di rumah sakit. Karena tak punya pilihan lain, dia menitipkan putrinya kepada Keluarga Kaliandra yang telah terikat perjodohan dengannya.

Sejak kecil Julian memang sudah sangat menyayangi Selena. Oleh karena itu, pada tahun pertama setelah menikah, kehidupan mereka dipenuhi kelembutan dan kemesraan.

Pada awal tahun, dia membawanya ke Navpala untuk menghadiri Festival Cawarni.

Pada pertengahan tahun, dia membawanya ke Pegunungan Valtera di Narevia untuk bermain ski sekaligus menghindari teriknya cuaca.

Menjelang akhir tahun, dia membawanya ke Kedara untuk menikmati jalanan yang dipenuhi daun bintang jingga.

Pada penghujung tahun, dia membawanya ke Arzavia untuk menjelajahi gurun pasir.

Kebahagiaan menyelimuti mereka berdua semanis madu. Pernikahan mereka bahkan pernah dipuji banyak orang sebagai ‘pasangan yang dipersatukan oleh surga’.

Banyak orang menyebut kisah mereka sebagai cinta sejati dari keluarga konglomerat yang begitu langka.

Semuanya berubah pada hari Selena mengetahui dirinya hamil. Saat itulah Julian menemukan perjanjian pranikah yang dulu dia tandatangani bersama Nyonya Besar Kalandra.

Matanya memerah seolah kehilangan kendali saat dia mempertanyakannya, “Selena, jangan-jangan kamu memang nggak pernah mencintaiku? Kamu menikah denganku cuma demi uang?!”

Julian tanpa sengaja mendorong Selena hingga terjatuh di tengah pertengkaran itu.

Anak pertama mereka pun pergi begitu saja.

Setelah keluar dari rumah sakit, hubungan mereka memburuk hingga mencapai titik terendah. Meski Selena telah berkali-kali menjelaskan bahwa dulu dia menandatangani perjanjian itu demi menyelamatkan ayahnya dan tak punya pilihan lain, Julian sudah telanjur menganggapnya sebagai wanita yang serakah dan sama sekali tidak tulus.

Sejak saat itu, Julian seolah menjadi orang yang sama sekali berbeda.

Dia terang-terangan berselingkuh berkali-kali. Para selingkuhannya bahkan seolah dikumpulkan berdasarkan dua belas zodiak, ratusan nama keluarga, dan berbagai kategori lainnya. Dia juga memaksa Selena mengantarkan alat pengaman dan pakaian ganti, berlutut di lantai menyaksikannya bercumbu dengan wanita lain, lalu membereskan semua kekacauan setelahnya.

Pada awalnya, Selena pernah menangis, membuat keributan, bahkan hancur secara emosional.

Dia bahkan mengatasnamakan statusnya sebagai Nyonya Muda Kalandra untuk membawa orang memberi pelajaran kepada para selingkuhan itu. Tingkahnya yang begitu nekat hampir setiap hari menjadi topik terhangat di kota Feron.

Julian hanya memandang kehancurannya tanpa sedikit pun rasa iba, lalu berbalik mencari selingkuhan berikutnya dan terus saling menyakiti satu sama lain.

Hingga tiga tahun lalu, selingkuhan yang kesembilan puluh sembilan, Gisely, muncul.

Selena kembali mendatangi tempat tinggalnya dan menyuruh para pengawal mengirim Gisely ke kawasan di Folkana, tempat dia mengalami berbagai siksaan.

Untuk pertama kalinya, Julian menodongkan pistol ke dahi Selena dan menghardiknya, “Katakan! Kau kirim Gisely ke mana?! Kalau dia nggak bisa kembali, kau juga harus mati bersamanya!”

Setelah Gisely kembali, dia datang menghampiri Selena sambil memprovokasinya dengan penuh kemenangan.

Selena tak mampu lagi menahan diri dan menamparnya. Akibatnya, malam itu juga dia diseret ke arena tinju bawah tanah, dimasukkan ke dalam karung tinju, lalu dihajar sebanyak sembilan puluh sembilan kali.

Saat akhirnya dilepaskan, janin yang baru saja dikandungnya kembali gugur ....

Sejak saat itu, kejadian seperti ini terus terulang hingga tak terhitung jumlahnya.

Keguguran anak kelima akhirnya membuat Selena benar-benar menyadari bahwa Julian memang sudah tidak lagi mencintainya.

Perasaan di antara mereka pun akhirnya telah membusuk sampai ke akar-akarnya.

Kini, masa berlaku perjanjian delapan tahun itu akhirnya berakhir. Sudah saatnya semua sandiwara ini diakhiri.

Selena membawa perjanjian itu, meninggalkan rumah Keluarga Kalandra, lalu langsung menuju kantor pengacara.

“Pengacara Antoni, tolong bantu saya mengurus proses perceraian.”

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

Sri Wulan Malasari
Sri Wulan Malasari
menarik sekali ceritanya
2026-08-31 15:47:38
1
0
16
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status