เข้าสู่ระบบSelena memergoki suaminya, Julian Kalandra, sedang berkencan dengan selingkuhan kesembilan puluh sembilannya, Gisely Kirana. Tak lama kemudian, dia kembali ‘secara tidak sengaja’ didorong hingga terjatuh dari tangga. Bayi yang telah dikandungnya selama delapan bulan pun meninggal seketika. ‘Kecelakaan’ seperti ini telah terjadi tepatnya lima kali. Namun, Selena Valencia tidak membuat keributan sedikit pun. Dia menjalani perawatan di rumah sakit seorang diri. Sepanjang proses itu, tak sekali pun dia melontarkan tuduhan atau menyalahkan siapa pun. Semua itu hanya karena delapan tahun lalu, Nyonya Besar Keluarga Kalandra pernah memaksanya menandatangani sebuah perjanjian yang memalukan. Melahirkan anak dalam waktu satu tahun, akan mendapatkan hadiah dua ratus miliar rupiah. Melahirkan anak dalam waktu tiga tahun, akan mendapatkan hadiah seratus miliar rupiah. Jika dalam delapan tahun masih belum memiliki keturunan, maka tidak lagi berhak mencampuri perselingkuhan maupun kehidupan bermain perempuan suaminya di luar sana. Tepat pada tahun ini, memasuki tahun kedelapan.
ดูเพิ่มเติมGisely menyeringai kejam.“Selena, kenapa sekarang kamu punya segalanya, sedangkan aku ngga punya apa pun?”“Padahal Julian sendiri yang bilang akan selalu memperlakukanku dengan baik. Kenapa pada akhirnya justru dia yang membuatku menjadi seperti ini? Semua ini gara-gara kamu! Aku sudah jadi seperti ini, jadi jangan harap kamu bisa hidup tenang!”Usai berkata demikian, Gisely memeluk erat bom yang ada di tangannya dan menerjang ke arah Selena.Selena buru-buru berbalik dan melarikan diri. Tepat ketika Gisely hampir berhasil menangkapnya, Julian dan Farel tiba-tiba muncul.Keduanya langsung maju dan menahan Gisely yang sudah kehilangan kendali, membuatnya tersungkur di atas tanah berlumpur.Air lumpur yang kotor menutupi wajahnya, tetapi dia masih terus memaki.Setelah memastikan Gisely sudah berhasil diamankan, Farel segera berbalik dan memeluk Selena erat-erat untuk menenangkannya.Julian mendongak dan menatap getir kedua orang yang sedang berpelukan itu.Dia bisa melihat dengan jela
Selena masih belum menyadari sejauh apa Julian bisa bertindak saat sudah kehilangan akal.Julian bahkan melakukan siaran langsung, mengurung dirinya sendiri di dalam kandang anjing, lalu membiarkan hewan-hewan yang sudah kelaparan selama beberapa hari itu mencabik-cabik tubuhnya.“Dulu aku pernah menyakiti kekasihku, bahkan aku membiarkan orang lain menyebabkan kematian kelima anak kami. Kalau begitu, akan kutebus semuanya dengan daging tubuhku sendiri untuk anak-anak kami.”Jumlah penonton dalam siaran langsung itu terus melonjak. Julian menatap lekat ke arah kamera, seakan sedang menatap Selena yang berada di balik layar lalu tersenyum lembut.“Aku nggak berharap orang yang kucintai mau memaafkanku. Aku cuma mau melakukan apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku, agar kamu tahu bahwa aku benar-benar menyesal.”Setelah berkata demikian, dia mengambil sebatang tongkat besi dan menghantam kandang itu dengan brutal, sengaja memancing kemarahan anjing-anjing di dalamnya.Kolom ko
Dalam perawatan Farel, kondisi Selena perlahan pulih hingga dia kembali bisa beraktivitas seperti biasa.Dia juga mencarikan ahli terapi psikologis untuknya agar dia bisa menjalani perawatan untuk depresinya.Farel tinggal di sebuah negara kepulauan. Meski wilayahnya tidak luas, negara itu memiliki perkembangan teknologi dan peradaban yang sangat maju. Setelah pulih, Selena menolak tawaran untuk bergabung dengan perusahaan Farel dan memilih melamar ke sebuah perusahaan gim.Selama bertahun-tahun, dunia Selena terus berputar di sekitar Julian hingga hampir melupakan dirinya sendiri. Dia bahkan lupa bahwa semasa kuliah, dia pernah meraih penghargaan emas dalam bidang desain gim dan pemrograman.Dia memang benar-benar berbakat di bidang itu.Bagi Selena, kembali terjun ke dunia kerja terasa cukup melelahkan.Namun, di tengah perjuangannya yang terus berlanjut, dia justru merasakan ketenangan yang belum pernah dia miliki sebelumnya.Hari demi hari berlalu.Hubungan Selena dan Farel pun per
Selena tiba-tiba membuka matanya.Sensasi sesak yang begitu hebat masih terasa membekas.Dia menekan dadanya erat-erat, lalu menatap sekeliling dengan penuh ketidakpercayaan.“Kamu sudah sadar?”Suara itu terdengar dari ambang pintu. Seorang pria dengan aura elegan dan terpandang masuk sambil membawa baskom berisi air serta handuk untuk membersihkan wajahnya.“Kamu sudah koma selama dua minggu. Dokter bilang kondisi tubuhmu sebenarnya sudah nggak masalah. Hanya saja ... sepertinya alam bawah sadarmu sudah menyerah untuk hidup. Kamu nggak punya keinginan untuk bertahan, jadi kamu terus nggak mau bangun.”Selena hanya menatap pria itu dengan tatapan kosong.Dia memperhatikan pria itu berjalan ke sisi ranjang lalu duduk dengan santainya sudah seperti terbiasa.Seolah-olah dia sudah mengalami situasi seperti ini berkali-kali hingga terasa begitu alami.Pria itu bertemu pandang dengannya, lalu tersenyum lembut. “Jangan menatapku seperti itu. Aku yang menyelamatkanmu saat aku sedang melaut.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น