Suasana apartemen kecil yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi arena sirkus swasta begitu suara pintu kamar mandi berderit terbuka. Kinan melangkah keluar dengan handuk kecil melingkar di kepala, wajahnya segar sehabis mandi malam. Di tangannya, ia membawa setumpuk pakaian bersih yang sudah ia pilihkan khusus untuk Arka, yang memang terpaksa menginap karena bab tambahan yang tidak jelas."Nih, Ka. Pakai baju ini biar tidur kamu nyaman. Jangan sok kegantengan, pakai jas mulu! Sekarang kita mau tidur, emang kamu mau kondangan ke alam mimpi?" serah Kinan santai, melempar setumpuk pakaian itu ke atas sofa tempat Arka duduk.Arka yang sedang meregangkan otot leher langsung mengambil tumpukan baju tersebut. Alisnya seketika menukik tajam, matanya membelalak tak percaya menatap isi kain yang ada di tangannya."Kinan, Kinan, kamu kayaknya benar-benar dendam sama aku, Nan?" protes Arka, mengangkat benda-benda tipis itu dengan dua jari seolah itu adalah bangkai kecoa beracun. "In
Terakhir Diperbarui : 2026-08-14 Baca selengkapnya