Saingan Setengah kertas

Saingan Setengah kertas

last updateLast Updated : 2026-08-11
By:  AkuajaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
9views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sinopsis: Rian adalah penulis novel romantis komedi yang sangat perfeksionis. Saat tengah menggarap kisah terbaru tentang Arka, sang tokoh utama pria yang dingin dan sempurna, serta Kinan, gadis ceroboh nan manis, sebuah kecelakaan aneh justru menyeret Rian masuk ke dalam draf cerita buatannya sendiri.

View More

Chapter 1

Bab 1: Kilatan Tinta dan Awal Mula Malapetaka

"Tatap matanya, Arka, lalu ucapkan dialog eskalasi ketertarikan dengan nada bariton yang menggoda," gumam Rian sambil mengetik diatas keyboard.

Rian Pratama, seorang Pria berusia 25 tahun, yang memiliki profesi sebagai penulis novel komedi romantis dan menjunjung tinggi perfeksionisme. Dan dia tidak akan pernah membiarkan celah logika sekecil apa pun di buku terbarunya.

Di layar monitor laptop, adegan pertemuan antara Arka yang merupakan tokoh utama pria yang dingin, sempurna, dan berwajah pahatan dewa, bertemu dengan Kinan, si gadis ceroboh berhati lembut, sedang memasuki puncaknya.

Dalam bab ini, hubungan mereka diceritakan sedang tidak baik-baik saja. Setelah merampungkan draf cerita hingga pada bab 3, Rian mulai menyusun detail world-building untuk adegan mereka selanjutnya.

Rian membuat sketsa layout dengan latar; Sebuah cafe untuk tempat mereka bertemu nanti, sebuah bangunan yang bergaya vintage dengan dinding berwarna pastel lembut, aroma kue vanila yang menguar di setiap sudut ruangan, serta alunan musik jazz pelan yang menenangkan.

Semua tatanan meja, kursi kayu estetik, hingga rak buku di sudut ruangan dibuat sedemikian rupa agar suasananya tampak hidup. Cafe tersebut diberi nama " Cafe D'Amour." Sebuah nama yang memiliki makna 'Penuh Cinta'.

Namun, tepat setelah Rian merampungkan deskripsi lingkungan kafe tersebut, sebuah insiden terjadi. Secangkir kopi hitam tumpah tersenggol siku tangan kanannya.

Cairan pekat itu tumpah seketika tepat di atas papan keyboard sambungan kabel USB tambahan yang terhubung langsung ke stopkontak utama dinding.

"ZRAK!"

Kilatan listrik berwarna biru terang tiba-tiba menyambar jari-jarinya. Sensasi terbakar yang luar biasa menusuk saraf, membuat pandangannya mendadak gelap gulita. Tubuhnya terasa melayang, seolah ditarik paksa ke dalam pusaran angin berkecepatan tinggi yang terbuat dari ribuan lembar kertas berisikan teks cerita yang baru saja ditulis.

***

Begitu kesadarannya kembali perlahan, aroma wangi kue vanila yang manis dan bisingnya lalu-lintas kafe menyapa indra penciumannya. Rian mengerjap-ngerjapkan mata berkali-kali.

"Ruangan ini ... Ruangan ini ... Bukan kamarku yang berantakan. Dinding kafe ini dicat dengan warna pastel yang lembut, dan dihiasi rak-rak buku estetik yang sama persis seperti yang kubuat dalam deskripsi rinci Bab 3 naskahku!" batin Rian yang ingat sekali tentang tempat ini.

Belum selesai dengan rasa penasarannya, Rian dikejutkan lagi oleh suara dari seorang Wanita yang terdengar dari posisi sebelahnya..

"Ehm ... Permisi, Mas?"

Sebuah suara lembut yang sangat familiar membuatnya mendongak kaget. Jantungnya seketika mencelos jatuh ke lambung.

Seorang gadis berambut messy bun sebahu dengan gaun merah muda selutut berdiri di hadapannya.

Rian kenal perempuan itu. Dia Kinan.Tokoh utama wanita yang baru saja diciptakannya dua jam yang lalu.

Di tangannya, sebuah nampan berisi dua cangkir teh hampir tumpah karena ia tampak kebingungan menatap Rian lekat-lekat.

"Kamu ... bukan pelanggan biasa yang ada di meja ini." Kinan mengerjap polos sambil memiringkan kepalanya dengan manis.

"Kenapa kamu muncul di sini tiba-tiba? Jas dan tas kerjamu tampak asing sekali..." sambung Kinan.

Sebelum Rian sempat merespons, pintu kaca kafe terbuka dengan dentingan lonceng kecil yang nyaring.

Sosok tinggi berjas rapi berwarna hitam dengan potongan rambut klimis dan tatapan mata setajam elang melangkah masuk dengan langkah tegas. Arka adalah tokoh utama pria yang digambarkan dingin, sempurna, kaya raya, dan sama sekali tidak pernah tersenyum pada siapa pun.

Arka langsung berjalan lurus ke arah meja mereka, matanya menatap Rian penuh selidik.

"Siapa kamu?" tanya Arka dingin."Dan kenapa kau memegang tangan wanitaku?!"

Baik Arka maupun Kinan sama sekali tidak mengetahui bahwa dDia adalah Rian, sang penulis yang menciptakan eksistensi mereka di atas kertas.

Bagi mereka, Rian hanyalah seorang pria asing misterius yang mendadak muncul entah dari mana, dan mengacaukan jalannya pertemuan pertama mereka.

Rian menunduk spontan. "Sial ... Baru kuperhatikan, tangan kananku ternyata sedang menggenggam erat pergelangan tangan Kinan karena kaget sewaktu terjatuh ke dunia ini tadi!" batin Rian di dalam hati.

Kinan menoleh ke arah Arka dengan ekspresi terkejut, lalu kembali menatap Rian. Alih-alih merasa ketakutan atau berlari ke pelukan Arka sesuai skenario aslinya,. Kinan justru semakin mengeratkan genggamannya di tangan Rian.

"Aku tidak tahu kenapa ... Tapi, jantungku berdegup jauh lebih kencang saat melihatmu, bukan saat bersama pria arogan itu. Dia sama sekali bukan tipeku ... Kamu yang justru menghuni hatiku ..." bisik Kinan pelan tepat di telinga Rian, namun suara itu cukup keras untuk didengar oleh Arka.

Rian menelan ludah dengan susah payah, lalu meraba ransel kerjanya. Laptop di dalamnya ternyata ikut terbawa ke dalam dunia fiksi ini. Ia benar-benar heran dan terkejut dengan kejadian ini.

"Mati aku ... Tokoh utama ku sendiri, Kinan, baru saja menolak pangeran sempurnanya dan memilih sang penulis amatir yang tersesat ini sebagai 'selingkuhan' rahasianya. T, tanpa mereka berdua sadari bahwa akulah dalang di balik takdir hidup mereka." Ucap Rian dalam hati.

"Ya ampun Tuhan … bagaimana ini bisa terjadi?!" batin Rian panik sendiri.

Belum selesai rasa penasaran Rian hilang, tiba-tiba Arka berusaha menarik tangan Kinan dengan kasar dari genggamannya.

"Tenang Tuan Arka, kamu sepertinya salah paham. Aku bisa menjelaskannya padamu!" kata Rian mencoba menenangkan hati Arka.

"Simpan semua bualanmu, dasar penjilat!" Arka mengatakan kalimat itu persis seperti apa yang biasanya terlintas dalam pikiranku saat Rian menulis karakternya.

Namun, yang membuat bulu kuduk Rian meremang, sekarang Arka mengucapkan suara itu dengan jenis suara yang benar-benar Rian bayangkan selama ini.

Suara rendah yang datar, tegas, tanpa banyak intonasi emosional, namun memiliki otoritas yang besar dan mengintimidasi.

Kinan tidak melepaskan tangannya dari Rian, justru dia semakin mengeratkan genggamannya, seolah tindakan itu semakin memancing emosi Arka hingga batas maksimal.

"Tenang ... Arka, tenang! Aku ini ..." teriak Rian panik.

Situasi di dalam cafe semakin kacau. Pengunjung fiktif di meja lain mulai berbisik-bisik melihat keributan di sudut ruangan.

Otak Rian berputar keras mencari cara untuk menghentikan amukan sang tokoh utama pria sebelum dia benar-benar menghajarnya habis-habisan di dunia ciptaannya sendiri.

Tiba-tiba, sebuah ide nekat muncul di kepala Rian. Mengingat dDia adalah penciptanya, jadi dia tahu persis rahasia terbesar apa saja yang sedang membebani pikiran Arka di dalam alur cerita bab ini.'sebuah konflik rahasia perusahaan keluarganya yang belum sempat dibuka pada bab-bab awal.'

Dengan sisa-sisa keberanian yang ada, Rian menatap tepat ke dalam manik mata tajam Arka, lalu mendesiskan kalimat, dengan nada meyakinkan.:

"Atau kau ingin aku membongkar soal kebocoran data keuangan PT Sinar Abadi yang sedang digelapkan oleh wakil direktur utamamu di belakang layar, Tuan Arka?"

Seketika itu juga, gerakan tangan Arka yang hendak melayangkan pukulan berhenti.

Wajahnya yang tadinya dipenuhi amarah mendadak pucat pasi menatap Rian dengan mata terbelalak tak percaya. Nafasnya seperti tercekat di tenggorokan.

"Aa..a..apa ... Apa katamu?" tanya Arka bergetar.

"Bagaimana ... bagaimana mungkin kamu tahu soal kebocoran data PT Sinar Abadi? Laporan rahasia itu bahkan baru dipegang olehku dan belum ada satupun orang di luar dewan direksi yang mengetahuinya!"

Kinan ikut terkejut, lalu menatap bergantian antara Rian dan Arka dengan mata membelalak takjub. "Arka? Perusahaan keluargamu sedang ada masalah besar? Kenapa kamu tidak pernah cerita padaku?"

"Bukan urusanmu, Kinan!" tukas Arka panik.

"Jawab aku! Siapa sebenarnya kau?! Dari mana kau bisa tahu masalah internal perusahaanku sedetail itu? Apakah kau mata-mata yang disewa oleh pamanku untuk menjatuhkanku?!" bentak Arka.

Rian menelan ludah dengan susah payah untuk menahan rasa takut.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status