首頁 / Romansa / Saingan Setengah kertas / Bab 11: Insiden Piyama dan Kain Pantai

分享

Bab 11: Insiden Piyama dan Kain Pantai

作者: Akuaja
last update publish date: 2026-08-14 15:56:06

Suasana apartemen kecil yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi arena sirkus swasta begitu suara pintu kamar mandi berderit terbuka.

Kinan melangkah keluar dengan handuk kecil melingkar di kepala, wajahnya segar sehabis mandi malam. Di tangannya, ia membawa setumpuk pakaian bersih yang sudah ia pilihkan khusus untuk Arka, yang memang terpaksa menginap karena bab tambahan yang tidak jelas.

"Nih, Ka. Pakai baju ini biar tidur kamu nyaman. Jangan sok kegantengan, pakai jas mulu! Sekar
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Saingan Setengah kertas   Bab 15: Meeting Stake Holder PT. Sinar Abadi Lumina

    Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya walaupun terlihat sangat malu-malu. Arka terlihat sedang menerima sebuah kiriman sebuah Jas dari salah satu asisten pribadinya.Kinan yang terlihat sedang sibuk meminta izin kepada manajernya untuk mengambil cuti dadakan. Ia berusaha terus mengikuti perjalanan Rian dan Arka, di tambah pernyataan Rian yang mengatakan bahwa ia adalah penulisnya. Hal tersebut sangat membuat wanita ini sangat penasaran.Sedangkan Rian yang berusaha melihat schedule Arka dalam rutinitas mingguan yang dibuat oleh sekretarisnya, ternyata sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya.Rencana Rian yang memang belum sempat tertulis dalam sebuah bab, tetapi sudah dirangkai dalam draf naskah yang masih dalam bentuk kerangka atau outline dari cerita mereka berdua.Rian memang menyiapkan sebuah plot agar bisa menarik para pembaca. Rencana pertemuan atau sebuah Rapat dari pemegang saham di perusahaan Arka.Mereka semua, terlihat berjibaku dengan kesibukan mereka sendiri-sen

  • Saingan Setengah kertas   Bab 14: Taman Apartemen

    “Ya Allah… Kinan… Arka… Ngapain kalian malah ikut aku kesini?” ucap Rian yang seolah tidak percaya dengan kedua pasangan tersebut. Ditambah dengan penampilanArka yang sepertinya belum sempat berganti baju.“Kalian itu diciptakan bagaikan sebuah sendal ini… Kalian diciptakan itu seharusnya saling melengkapi, bukan terus-terusan ribut begini? Kalian berdua sudah seperti anak kecil” ucap Rian menjelaskan dengan kakinya melepaskan sandal yang ia pakai ketika ia memberi contoh perumpamaan. Bagaikan sebuah majas metafora penjelasan dari penulis itu. Memakai kata ‘sandal’ sebagai contoh dari perumpaannya.Belum reda keadaan Kinan mencoba membela diri.“Dengar nih penulis aku…! Dia mana pernah Peduli atau perhatian ke aku! Masa aku lagi ngomong dia malah sibuk main hp! Wajarlah kalau aku marah!” ucap Kinan dengan emosi yang meletup-letup dengan bibir terlihat sedikit monyong, tetapi lucu.“Aku minta maaf Kinan… Kinan aku yang cantik, tuan putri aku!” ucap Arka membujuk dengan tangan memo

  • Saingan Setengah kertas   Bab 13: Antara Pagi, Kopi, Cinta, dan Paprika

    Keesokan pagi saat sinar Matahari mulai beralih menuju ‘golden time’, Kinan membuka pintu kamarnya dengan mata yang masih terlihat mengantuk. Di ruangan Apartment Small milik Kinan. Terlihat Rian sedang berdiri di depan ‘mini pantry’ yang berada di sudut ruangan, ia terlihat sedang sibuk meracik kopi menggunakan alat ‘manual brew.’ Aroma kopi harum menguar ke seluruh ruangan. Sementara Arka duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, melirik ke arah Rian dengan gaya bos besar."Wah, baunya harum juga ya bikinan yu. Emang deh, tangan yu emang berjiwa ‘Robusta’ banget kalau urusan bikin kopi."ucap Arka nyeletuk memecah pagi itu.Rian yang tadinya fokus menuang air panas langsung berhenti. Ia menoleh ke arah Arka, lalu menatap dirinya sendiri. Ia terlihat bingung, lalu tersenyum menahan tawa."Robusta? Arka... Arka... ay manusia, bukan biji kopi digiling. Mana ada tangan berjiwa Robusta?" protes Rian sambik terus melanjutkan pekejaannya Kinan yang sedang duduk di meja ker

  • Saingan Setengah kertas   Bab 12: Dosa Besar Arka

    Suasana apartmen kecil akhirnya mulai tenang menjelang tengah malam. Kinan sudah sejak tadi masuk ke kamarnya sendiri, meninggalkan ruang tengah bagi dua pria yang bernasib malang. Masalah baru muncul saat mereka harus menentukan tempat tidur. Kursi panjang di ruang tengah hanya cukup untuk satu orang, sementara lantai beralaskan karpet tipis terasa kurang menggugah selera. Alhasil, terjadilah perang dingin penuh gengsi. "Udah, kamu aja yang tidur di kursi, Yan. Badan you kan agak kurus, pas banget kayak sarden dalam kaleng," protes Arka sambil melipat tangan di dada dengan balutan kain pantai lumba-lumbanya."Dih, ogah! Punggung i bisa patah. You aja tuh yang harusnya di kursi, biar muat sama kain pantai lumba-lumba you yang lebar itu!" balas Rian sengit sambil merebut bantal sofa, dan menimpali bahasa Arka yang berubah menjadi Cici di daerah PIK. Setelah adu dorong dan lempar-lempar bantal layaknya anak TK yang kehabisan tenaga, mereka akhirnya menyerah dan memutu

  • Saingan Setengah kertas   Bab 11: Insiden Piyama dan Kain Pantai

    Suasana apartemen kecil yang tadinya hangat mendadak berubah menjadi arena sirkus swasta begitu suara pintu kamar mandi berderit terbuka. Kinan melangkah keluar dengan handuk kecil melingkar di kepala, wajahnya segar sehabis mandi malam. Di tangannya, ia membawa setumpuk pakaian bersih yang sudah ia pilihkan khusus untuk Arka, yang memang terpaksa menginap karena bab tambahan yang tidak jelas."Nih, Ka. Pakai baju ini biar tidur kamu nyaman. Jangan sok kegantengan, pakai jas mulu! Sekarang kita mau tidur, emang kamu mau kondangan ke alam mimpi?" serah Kinan santai, melempar setumpuk pakaian itu ke atas sofa tempat Arka duduk.Arka yang sedang meregangkan otot leher langsung mengambil tumpukan baju tersebut. Alisnya seketika menukik tajam, matanya membelalak tak percaya menatap isi kain yang ada di tangannya."Kinan, Kinan, kamu kayaknya benar-benar dendam sama aku, Nan?" protes Arka, mengangkat benda-benda tipis itu dengan dua jari seolah itu adalah bangkai kecoa beracun. "In

  • Saingan Setengah kertas   Bab 10: Puisi Arka

    Langkah demi langkah membawa mereka kepada sebuah pintu kaca besar. Pintu itu sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiran Rian, yang belum sempat ia tulis. Dari mulai dari desain eksterior bangunan sampai ke detail interior bangunan tersebut. Karena pada bab awal Rian hanya berfokus tentang pengenalan kedua tokoh utamanya tersebut, bagaimana sedikit konflik kecil yang akhirnya mereka bertemu. Rian tersenyum karena di awal cerita Kinan seorang wanita ceria harus terpeleset ketika menginjak kulit pisang, dan di saat itulah, Arka sosok Pria dingin datang menyelamatkannya. Sebuah alur klasik tetapi, sangat membekas di dalam cerita drama-drama romantis. Beralih ke sebuah ruangan yang berada di dalam gedung, ruangan yang mengantarkan mereka ke lantai 5 dari apartemen tersebut. Dan tepat di kamar 503, Kinan mengeluarkan sebuah kunci kamar yang memiliki gantungan menyerupai sebuah terong. Persis seperti yang Rian pikirkan. Gantungan tersebut memang akan ia pakai di dala

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status