Elara;Kutelan ludahku dengan susah payah, air mata seketika mengaburkan pandanganku, "A-ada… a-pa dengan Malicia?" paksaku mengeluarkan suara dari kerongkongan yang tercekat.Alpha Arthur terdiam membisu, hanya menatap lurus padaku. Mengapa dia tidak mengatakan apa-apa? Apakah dia menungguku pingsan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bicara?"Elara," dia meraih tangan kananku ke dalam genggamannya. "Aku minta maaf karena tidak menjalankan kewajibanku dengan benar sebagai seorang Alpha. Kumohon maafkan aku.""Mengapa?" bisikku lirih. "Maksudku, mengapa aku harus memaafkanmu di saat kau belum memberitahuku apa pun? Apa yang harus kumaafkan," kucoba menyentakkan tanganku lepas dari genggamannya, namun Alpha Arthur mencengkeramnya erat-erat."Malicia ditusuk oleh Alpha Drakon, dan…""Tidak! Tidak! Tidaaak! Alpha Arthur, tidak…""Tenanglah, Elara. Kumohon, cobalah untuk tenang dan dengarkan aku dulu.""Baik, aku tenang. Aku tenang, ya," kutarik napasku dalam-dalam, berusaha mengenda
Last Updated : 2026-09-26 Read more