Elara;Raut syok terpatri begitu jelas di wajah Nova, membuatku merasa semakin canggung untuk berbicara lebih jauh dengannya mengenai apa pun. Aku punya banyak pertanyaan untuk diajukan, aku butuh jawaban atas begitu banyak hal. Namun kurasa aku harus menunda pembicaraan ini ke lain waktu."Apa yang Marion lakukan di dalam mimpi itu saat kau melihatnya?" desak Nova dengan nada putus asa."Tidak ada. Maksudku, dia hanya berdiri di sana mematung.""Aku benar-benar tidak mengerti apa-apa, Elara," dia mengepalkan jemarinya kuat-kuat di hadapannya. Nova tampak jauh lebih cemas daripada diriku. Kulihat bibirnya ragu-ragu sejenak sebelum terbuka kembali untuk bicara, "Aku juga mengalami mimpi, Elara. Mimpi yang sangat mengerikan. Mimpi ini melibatkan kita berdua.""Apakah kau melihat wanita tua berjubah putih itu?" tanyaku padanya."Ya, aku melihatnya.""Apakah kau berlutut di hadapannya?""Y…a, a…ku melakukannya."Keheningan seketika menyelimuti ruangan.Aku terombang-ambing antara mendesak
Última actualización : 2026-09-21 Leer más