Suara itu menggema begitu jelas di dalam kepalanya hingga Aksa refleks bangkit sambil mengangkat katar di depan tubuhnya.“Siapa...?”Ia berputar sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, tetapi yang terlihat hanya bangkai Ghazzr beberapa langkah di depannya, pasir yang menghitam oleh darah, deretan pilar batu, pecahan dinding, serta lorong-lorong gelap yang tidak menunjukkan keberadaan siapa pun.“Siapa lagi itu? Jawab!”Bentakannya memantul di antara pilar sebelum perlahan menghilang tanpa balasan, membuat jemarinya semakin erat mencengkeram gagang katar sambil menunggu sesuatu muncul dari kegelapan.Beberapa saat berlalu, tetapi tetap tidak ada siapa pun.“Barusan aku jelas mendengarnya...”Aksa melirik katar di tangannya lalu kembali mengamati sekeliling. Suara itu terlalu jelas untuk sekadar salah dengar, tetapi setelah pertarungan melawan Ghazzr dan kehilangan begitu banyak darah, ia mulai bertanya-tanya apakah kepalanya sedang mempermainkannya.“Apa aku mulai berhalusina
Last Updated : 2026-08-10 Read more