Dari Budak Hina Menjadi Penakluk Gurun

Dari Budak Hina Menjadi Penakluk Gurun

last updateآخر تحديث : 2026-08-10
بواسطة:  R.G. Gotamaمستمر
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
لا يكفي التصنيفات
5فصول
13وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Aksa tidak pernah bermimpi menjadi pahlawan ataupun legenda. Ia hanya ingin bertahan hidup sebagai budak di dunia gurun yang kejam. Namun, sebuah pusaka kuno memilihnya, dan sejak saat itu, seorang budak hina mulai menapaki jalan menuju takdir yang bahkan tidak pernah ia bayangkan. Dari nol, dia akan mengukir prestasinya sendiri. “Hari ini aku hanyalah seorang budak. Suatu hari nanti, gurun ini akan mengenal namaku.”

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1 - Pengkhianatan

“Kenapa... kau melakukan ini, Razzaq?”

Suara Aksa terdengar lirih, sarat ketidakpercayaan atas apa yang baru saja terjadi.

Darah terus menetes dari luka sabetan di bahu kirinya. Tetes demi tetes jatuh ke lantai batu berukir di bawah kakinya, meninggalkan noda merah di antara pahatan kuno.

Beberapa langkah di depannya, Razzaq berdiri tanpa sepatah kata. Sebilah Syamir hitam, senjata melengkung yang mereka temukan di ruang penyimpanan makam Raja Kiano, tergenggam erat di tangannya. Rajah merah di sepanjang bilahnya berdenyut perlahan, seolah hidup.

“Jawab aku...” Suara Aksa kembali bergetar. “Kenapa kau melakukan ini pada sahabatmu sendiri?”

Razzaq tetap diam. Aksa menatapnya lekat, berusaha menemukan sosok Razzaq yang selama ini dikenalnya. Namun tatapan itu terasa asing. Tidak ada keraguan, tidak pula penyesalan. Yang tersisa hanyalah sorot mata dingin tanpa belas kasihan.

Ingatan Aksa seketika kembali pada kejadian beberapa saat sebelumnya, saat Razzaq memaksa ikut meski tahu tiga budak telah mati dijadikan tumbal Tuan Barqan sebelum mereka mencapai gerbang terakhir makam Raja Kiano.

Bahkan ketika lantai lorong tiba-tiba amblas dan Aksa hampir jatuh ke lubang yang dipenuhi puluhan bilah besi runcing, Razzaq-lah yang mencengkeram pergelangan tangannya dan menariknya kembali ke atas tanpa ragu.

Mereka kemudian berhasil lolos dari kutukan makam melalui saluran air bawah tanah hingga menemukan sebuah ruang penyimpanan yang dipenuhi emas dan benda-benda kuno peninggalan Raja Kiano, termasuk Syamir hitam yang kini tergenggam di tangan Razzaq.

Saat kembali ke aula, mereka mendapati Tuan Barqan bersama sebagian besar pengikutnya telah mati akibat kutukan makam. Kematian Barqan memang mengakhiri kehidupan mereka sebagai budaknya, tetapi sekaligus mengubah mereka menjadi sesuatu yang selama ini sama-sama mereka takuti.

Budak Hina.

Aksa masih yakin emas yang mereka temukan cukup untuk membeli bekal dan tunggangan agar mereka bisa pergi jauh dan memulai kehidupan baru bersama, tetapi Razzaq memandang kebebasan mereka dengan cara berbeda.

Rasa perih di bahu Aksa seolah tak berarti dibanding sesak yang memenuhi dadanya. Tangan yang kini menggenggam Syamir dan mengarahkannya kepadanya adalah tangan yang belum lama tadi menyelamatkannya dari kematian.

“Kau masih belum mengerti, ya?” ujar Razzaq akhirnya.

“Semua penderitaan itu mengajariku satu hal, Aksa. Di dunia ini, yang lemah hanya akan terus diinjak.”

“Kau berjanji kita akan keluar dari semua ini bersama!” balas Aksa cepat. “Tapi kenapa Syamirmu justru mengarah kepadaku?”

Razzaq menunduk menatap Syamir hitam di tangannya. Rajah merah di sepanjang bilah itu kembali berdenyut pelan.

“Tuan Barqan sudah mati. Kita memang tidak lagi menjadi budaknya, tapi kau tahu apa yang menunggu kita di luar sana.”

Aksa mengernyit.

“Kita sekarang Budak Hina, Aksa. Tidak punya tuan, tidak punya perlindungan, dan siapa pun bisa menangkap lalu menjual kita kembali.”

“Kita punya emas. Kita bisa membeli bekal dan tunggangan, lalu pergi sejauh mungkin dari sini.”

“Lalu sampai kapan?”

Aksa terdiam.

Razzaq perlahan mengangkat kepala.

“Sampai emas itu habis? Sampai Pemburu Budak menemukan kita? Lalu kita lari lagi dan bersembunyi seperti tikus?”

“Kalau mereka datang, kita hadapi bersama.”

Razzaq tertawa pendek.

“Bersama...”

Genggamannya pada Syamir semakin erat.

“Aku sudah bosan hidup bergantung pada belas kasihan orang lain. Aku tidak akan mencari tuan baru, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun memasang rantai di kakiku lagi.”

“Aku juga tidak mau kembali menjadi budak.”

“Kalau begitu kau seharusnya mengerti.”

Razzaq mengangkat Syamir hingga ujung bilahnya kembali mengarah tepat ke dada Aksa.

“Emas bisa habis. Bisa dicuri. Bisa dirampas kapan saja.”

Rajah merah pada bilah itu berdenyut sekali lagi.

“Tapi selama aku punya kekuatan, tidak seorang pun bisa menjadikanku budak lagi.”

Aksa menggeleng pelan.

“Kalau untuk menjadi kuat kau harus mengkhianati saudaramu sendiri, apa bedanya kau dengan orang-orang yang selama ini menginjak kita?”

Tatapan Razzaq mengeras.

“Bedanya, kali ini aku yang menentukan nasibku sendiri.”

“Benda terkutuk itu sedang memengaruhi pikiranmu, Razzaq! Tinggalkan sebelum semuanya terlambat!” seru Aksa. Meski tubuhnya mulai limbung akibat kehilangan banyak darah, ia tetap memaksakan diri maju dengan tangan kosong karena senjatanya telah terlempar saat serangan mendadak tadi.

“Aku tidak dikuasai siapa pun!” bentak Razzaq. “Syamir ini hanya memberiku kekuatan yang selama ini tidak pernah kumiliki!”

Aksa menggeleng.

“Kalau begitu lepaskan. Buktikan kalau benda itu memang tidak menguasaimu.”

Tubuh Razzaq seketika menegang. Ia menatap Syamir di tangannya beberapa saat, lalu genggamannya perlahan mengendur.

Aksa melihat kesempatan itu dan segera mengulurkan tangan.

“Razzaq... ayo kita pergi dari sini bersama.”

Rajah merah di sepanjang bilah Syamir kembali berdenyut kuat seperti detak jantung, membuat Razzaq menunduk menatap senjata itu beberapa saat sebelum perlahan mengangkat wajah ke arah Aksa, dan untuk sesaat Aksa masih bisa melihat sosok sahabat yang dikenalnya di balik tatapan itu.

Namun keraguan tersebut tidak bertahan lama, karena jemari Razzaq kembali mengerat pada gagang Syamir hingga sorot matanya perlahan berubah dingin dan sisa keraguan di sana akhirnya lenyap.

“Maafkan aku, Aksa.”

CRAAAKK!!

Sebelum Aksa sempat memahami maksud ucapan itu, tendangan Razzaq menghantam dadanya dan membuat tubuhnya terpental beberapa meter hingga punggungnya membentur pilar batu di belakang.

“UGH!”

Darah menyembur dari mulutnya ketika tubuhnya jatuh berlutut, sementara rasa sakit langsung menyebar dari dada hingga ke seluruh tubuh dan membuat napasnya terasa semakin berat.

DUUUM!!

KRAAAAKKK!!

Aksa mengangkat kepala ketika seluruh aula tiba-tiba berguncang hebat. Pilar-pilar batu bergetar, serpihan debu berjatuhan dari langit-langit, sementara retakan menjalar cepat di sepanjang lantai hingga tepat ke tempatnya berlutut.

“Celaka...”

Ia berusaha bangkit, tetapi lantai di bawahnya lebih dulu pecah dan amblas.

Tubuh Aksa langsung terperosok ke dalam jurang yang terbuka di bawah kakinya, tetapi di detik terakhir tangan kanannya berhasil meraih tepian batu dan menahan tubuhnya agar tidak jatuh lebih jauh.

Napasnya memburu ketika ia menggantung di atas kegelapan, sementara luka di bahu kirinya kembali terasa nyeri setiap kali tubuhnya bergerak.

Aksa mendongak.

Razzaq berdiri di bibir jurang dan memandangnya dari atas.

“Razzaq! Raih tanganku!”

Aksa mengulurkan tangan kirinya meski rasa sakit kembali menusuk bahunya.

“Ayo... kita masih bisa keluar dari sini bersama!”

Razzaq melangkah mendekat lalu berjongkok di tepi jurang sebelum perlahan mengulurkan tangannya ke bawah.

Aksa langsung berusaha meraihnya.

Jemari mereka semakin dekat hingga hanya menyisakan beberapa sentimeter.

Untuk sesaat, Aksa merasa semuanya belum terlambat.

Tangan itu adalah tangan yang belum lama tadi menariknya dari lubang penuh bilah besi ketika ia hampir mati.

Namun kali ini Razzaq berhenti.

Aksa menatapnya tak percaya ketika jemari Razzaq perlahan mengepal dan tangannya ditarik kembali.

“Razzaq...?”

“Maaf.”

KREKK...

Batu yang menjadi tumpuan tangan Aksa mulai retak.

“Jangan—!”

BRUUKK!!

Batu itu hancur dan genggaman Aksa langsung terlepas.

“RAZZAAAQ!!”

Tubuhnya meluncur bebas ke dalam kegelapan, menghantam beberapa tonjolan batu di sepanjang dinding jurang hingga rasa sakit terus menyambar tubuhnya sebelum akhirnya ia terhempas keras di dasar.

BRAGG!!

Aksa bahkan tidak mampu langsung bergerak.

Rasa sakit memenuhi seluruh tubuhnya, terutama di bagian rusuk yang terasa seperti ditusuk setiap kali ia mencoba menarik napas, sementara pandangannya mulai kabur dan suara di sekelilingnya perlahan terdengar semakin jauh.

Ia menatap ke atas.

Lubang tempatnya jatuh hanya terlihat seperti lingkaran cahaya kecil yang semakin samar sebelum akhirnya hilang sepenuhnya ditelan kegelapan.

Jadi... begini akhirnya?

Aksa memejamkan mata sejenak, tetapi wajah Razzaq kembali muncul dalam pikirannya.

Orang yang beberapa saat lalu menyelamatkan nyawanya kini justru menjadi orang yang menjatuhkannya ke tempat ini.

Rasa sakit di tubuhnya bahkan tidak terasa seberat kenyataan itu.

Kalau aku masih hidup...

Jemarinya perlahan mengepal di atas pasir.

Aku akan kembali, Razzaq.

Aku sendiri yang akan menagih pengkhianatanmu ini.

Kesadaran Aksa mulai memudar, tetapi tepat sebelum semuanya berubah gelap, ia merasakan pasir di bawah punggungnya bergetar pelan.

Sebelum kegelapan mengambil alih kesadarannya sepenuhnya, ia melihat satu titik cahaya keemasan muncul dari dalam pasir tidak jauh dari tubuhnya, lalu semakin terang dan terus membesar hingga cahaya itu perlahan menyelimuti seluruh tubuhnya.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
5 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status