BAB 82 Aku menelan ludah, menahan tangis. Aku bersyukur berada jauh karena jika aku berada di ruangan yang sama dengan mereka, aku akan kehilangan kendali. "Sialan, Brielle. Aku menyuruhmu memberitahunya kau hamil, bukan menakutinya." Telingaku menangkap suara Aziel. "Apakah ini lelucon? Karena jika ya, aku akan berenang kembali ke kota dan membunuh kalian berdua," ancamku. "Lelucon? Tidak. Aku benar-benar hamil! Tanyakan pada temanmu," semprot Brielle. Aku memejamkan mata rapat-rapat. Apakah Dylan tahu? Tadi malam... saat kami bersama... apakah dia tahu dia menghamili orang lain? Karena jika dia tahu, aku tidak akan pernah bisa memaafkannya. Dia membuatku
Dernière mise à jour : 2026-09-28 Read More