Malam harinya, Selina menidurkan Star.Setelah itu, saat melewati ruang baca Nathan, dia menyadari lampu masih menyala.Dia pergi ke lantai atas untuk menyiapkan semangkuk sup penenang, lalu membawanya ke depan ruang baca dan mengetuk pintu.Setelah mendengar suara dari dalam, barulah Selina membuka pintu untuk masuk. Dia berjalan perlahan ke hadapan pria itu, kemudian menyodorkan mangkuk tersebut."Pak Nathan, aku lihat kamu bekerja sampai selarut ini, seharusnya sangat capek. Jadi, aku menyiapkan semangkuk sup untukmu. Setelah meminumnya, tidurmu pasti akan lebih nyenyak.”Nathan menatap mangkuk yang diletakkan di sampingnya.Dia tidak menatap wanita di hadapannya, langsung berkata dengan suara berat, "Katakan saja kalau ada urusan.”Selina menarik napas dalam-dalam, lalu menggigit bibirnya dan berkata."Aku tahu masalah hari ini adalah kesalahanku, nggak seharusnya aku membuatmu marah. Aku juga sudah menyadari betapa seriusnya masalahku. Asalkan kamu memperbolehkan aku untuk tetap
Read more