Tepuk tangan kembali bergemuruh, diselingi seruan kagum.Aston naik ke panggung untuk menerima barang lelang yang dimenangkannya. Sesuai prosedur, dia harus berjabat tangan dengan sang desainer. Dia berjalan ke hadapan Summer. Cahaya lampu panggung terasa menyilaukan.Aston mengulurkan tangan. Jari-jarinya dingin dan sedikit gemetar. Tangan Summer terasa hangat dan kering. Dia menjabatnya sebentar, lalu segera melepaskannya.Senyum sopan tersungging di bibir Summer, pas dan tanpa cela."Terima kasih atas dukungan Pak Aston terhadap kegiatan amal." Suaranya tenang, sopan, tetapi berjarak.Aston menatapnya dalam-dalam. Jakunnya bergerak naik turun.Ribuan kata menyesaki dadanya dan membakar tenggorokannya, tetapi pada akhirnya hanya berubah menjadi satu kalimat, "Desainmu ... sangat indah.""Selamat.""Terima kasih." Senyum Summer tidak berubah. Dia mengangguk kecil.Setelah seluruh prosesi selesai, mereka turun dari panggung. Lorong menuju belakang panggung cukup sempit. Dengan arahan s
Read more