Short
Cinta yang Tertinggal Di Musim Lalu

Cinta yang Tertinggal Di Musim Lalu

By:  SummerCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Summer terkenal sebagai wanita terjelek di kalangan sosialita. Poni tebal menutupi separuh wajahnya, kacamatanya berbingkai hitam tebal, wajahnya selalu dipoles dengan alas bedak berwarna kusam, dan bibirnya selalu menggunakan lipstik berwarna gelap hingga bentuk bibirnya tampak samar. Saat berjalan di keramaian, tak ada seorang pun yang akan meliriknya dua kali. Namun, tak ada yang tahu bahwa dia sengaja membuat dirinya terlihat jelek. Semua itu karena ibunya. Ibu Summer dulunya terkenal sebagai seorang wanita cantik. Ayahnya mengejar sang ibu tanpa henti hingga berhasil menikahinya. Namun, belum genap tiga tahun setelah pernikahan, ayahnya mulai berselingkuh. Sang ibu patah hati dan putus asa hingga akhirnya meninggal karena depresi.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sebelum meninggal, sang ibu menggenggam tangan Summer yang baru berusia 10 tahun. Menatap wajah putrinya yang meski masih kecil sudah menunjukkan kecantikan luar biasa, sang ibu mengerahkan sisa tenaganya untuk berpesan.

"Summer ... ingat pesan Ibu ... terlalu cantik bisa membuatmu ditipu laki-laki dan ujung-ujungnya malah menderita .... Kamu harus melindungi dirimu sendiri .... Sembunyikan wajahmu baik-baik ...."

Summer mengingatnya. Sejak saat itu, dia mulai menyamarkan penampilannya. Poninya makin tebal, kacamatanya pun makin berat. Dia selalu mengenakan pakaian dengan warna yang paling tidak mencolok.

Ayahnya mencarikan banyak pria untuk dikenalkan kepadanya, tetapi semuanya kabur karena tidak tahan melihat wajahnya yang jelek.

Pada kencan buta yang ke-100, Summer duduk di sebuah kafe. Di hadapannya ada seorang pria yang mengenakan setelan jas rapi. Saat melihat sosok Summer, pria itu langsung mengernyit.

"Summer," katanya dengan nada jijik yang sama sekali tak disembunyikan. "Mak comblangnya nggak bilang padaku kalau penampilanmu ... seperti ini."

Summer menunduk tanpa berkata apa-apa.

"Sejujurnya, dengan penampilan seperti ini ... gimana kamu berani pergi kencan buta?" Pria itu mencibir. "Siapa yang mau nikah sama kamu?"

Summer menggenggam cangkir kopinya erat-erat.

Pria itu mengangkat cangkirnya sendiri, lalu tiba-tiba menyiramkan kopi ke wajahnya. "Sekalian saja biar makeup-mu luntur. Lebih cocok denganmu."

Cairan dingin mengalir di pipinya. Bedaknya luntur, memperlihatkan kulit putih di baliknya. Summer mengangkat kepala dan hendak berdiri ....

Brak! Sebuah tangan panjang dan ramping sontak terulur dari samping, mencengkeram pergelangan tangan pria itu dan memelintirnya dengan kuat.

"Aaah!" Pria itu menjerit kesakitan.

"Minta maaf." Suara rendah dan dingin terdengar.

Summer menoleh dan melihat seorang pria mengenakan setelan jas yang dibuat khusus. Pria itu sangat tinggi dengan postur tegap. Alis dan matanya tegas, hidungnya mancung, bibir tipisnya terkatup rapat.

Seluruh dirinya memancarkan aura dingin dan berkelas. Saat ini, dia masih mencengkeram pergelangan tangan pria tadi. Tatapannya sedingin es.

"Siapa kamu?" Pria itu meronta.

"Minta maaf." Dia mengulanginya sekali lagi. Suaranya tidak keras, tetapi mengandung tekanan yang tak bisa dibantah.

Pria itu gentar oleh auranya. Dengan tubuh gemetar, dia meminta maaf kepada Summer, lalu kabur dengan tergesa-gesa.

Pria baik itu mengibaskan tangannya, mengeluarkan saputangan dari saku jas, dan menyerahkannya kepada Summer. "Lap."

Summer menerima saputangan itu dengan tatapan kosong.

"Seorang wanita nggak seharusnya diperlakukan seperti ini." Dia menatap Summer dengan tenang. "Kalau lain kali ada kejadian seperti ini, langsung lapor polisi."

Setelah berkata demikian, dia berbalik dan pergi.

Summer berdiri di tempatnya, memandangi punggung tegap pria itu hingga menghilang di balik pintu kafe. Jantungnya berdebar kencang.

Dia mengingat pria itu. Setelah pulang, dia mulai menyelidikinya.

Namanya Aston, pewaris termuda Grup Dananta. Di usia 26 tahun, dia sudah memimpin perusahaan keluarganya selama tiga tahun. Cara bertindaknya tegas dan kemampuannya luar biasa. Dia diakui sebagai pria sempurna di kalangan sosialita.

Yang lebih langka lagi, kehidupan pribadinya bersih dan tidak pernah tersandung skandal apa pun.

Summer pun mulai terpikat. Namun, sebelum dia sempat memikirkan bagaimana cara mendekatinya, Aston justru datang mencarinya terlebih dahulu.

"Summer, aku ingin menikah denganmu," katanya dengan terus terang saat duduk di ruang tamu rumah Summer.

Summer tertegun.

"Kenapa aku?" tanyanya. "Aku ... nggak cantik."

Aston menatapnya dengan tenang. "Penampilan nggak penting. Menurutku, kamu ... sangat cocok."

Cocok. Kata itu tidak terdengar romantis, tetapi ketika keluar dari mulutnya, jantung Summer justru berdebar semakin cepat.

Ibunya pernah berkata, terlalu cantik akan membuat seorang wanita ditipu laki-laki. Kini, meski dia sengaja menyamarkan kecantikannya, pria ini justru ingin menikahinya. Dia berpikir, mungkin dia telah bertemu dengan orang yang tepat.

Selama tiga tahun pernikahan mereka, Aston memperlakukannya dengan sangat baik. Dia tidak pernah merasa jijik dengan penampilan Summer. Sebaliknya, ketika orang lain membicarakan penampilan Summer, dia akan menggenggam tangannya dengan lembut sambil berkata, "Summer, kamu sangat baik."

Summer menyukai desain, jadi Aston berinvestasi untuk membuka sebuah studio desain untuknya. Lambung Summer kurang sehat, jadi Aston mengingat makanan yang harus dihindarinya. Setiap kali pulang dari acara jamuan, Aston selalu membawakan semangkuk bubur hangat untuknya.

Saat ulang tahun Summer, sesibuk apa pun Aston, dia tetap akan membatalkan pekerjaannya untuk menemani Summer seharian.

Bahkan pernah suatu kali Summer mengalami kecelakaan mobil. Mobilnya terbalik dan masuk ke parit, bahkan bisa meledak kapan saja. Aston tetap mendekat tanpa memedulikan keselamatannya sendiri. Dia membuka pintu mobil yang ringsek dengan tangan kosong, lalu menarik Summer ke luar mobil.

Belum sepuluh meter mereka menjauh, mobil itu langsung meledak. Aston melindungi Summer dengan tubuhnya. Lidah api menyambar punggungnya dan meninggalkan luka bakar yang parah.

Saat Summer sadar di rumah sakit, hal pertama yang ditanyakan kepada perawat adalah, "Suamiku di mana? Gimana keadaannya?"

"Luka bakar di punggung Pak Aston cukup parah, tapi nggak mengancam nyawanya," jawab perawat. "Beliau ada di kamar sebelah."

Summer langsung mencabut jarum infus dan berlari sempoyongan ke kamar sebelah.

Baru saja hendak membuka pintu, dia mendengar suara ibu Aston dari dalam ....

"Aston! Kamu menikahi wanita sejelek itu sampai seluruh keluarga kita jadi bahan tertawaan! Sekarang kamu malah mempertaruhkan nyawamu untuknya! Sebenarnya sampai kapan kamu mau bertindak seenaknya?!"

Tangan Summer terhenti di gagang pintu. Suasana di dalam hening selama beberapa detik. Kemudian, terdengar suara Aston yang tenang tanpa sedikit pun emosi.

"Ibu tahu apa yang kuinginkan."

"Aku tahu semua yang kamu lakukan ini demi Manda!" Suara ibu Aston bergetar karena marah. "Aku beri tahu kamu, kamu adalah pewaris terbaik keluarga kita. Manda nggak boleh masuk ke keluarga kita! Meski kamu mencintainya, tetap nggak ada gunanya! Tindakanmu yang sengaja menggunakan Summer untuk memancing reaksi kami juga nggak ada gunanya!"

Summer berdiri di tempatnya. Seluruh tubuhnya terasa dingin. Barusan ... mereka sedang membicarakan apa? Demi Manda? Siapa Manda?

Kepanikan dan firasat buruk yang dahsyat seketika menenggelamkannya. Hatinya jatuh ke dasar. Dia berpegangan pada dinding dan perlahan mundur, lalu kembali bersembunyi di ruang rawatnya.

Beberapa detik kemudian, dengan tangan gemetar, dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada detektif swasta.

[ Selidiki hubungan Aston dan Manda. Aku mau sedetail mungkin. ]

Setiap detik menunggu balasan terasa seperti siksaan. Kepalanya berdenging.

Kata-kata tajam ibu Aston seperti "sengaja menikahi wanita yang tidak layak" dan "demi Manda", serta ucapan tenang Aston tentang "Ibu tahu apa yang kuinginkan", terus bergema di benaknya. Semua itu seperti pisau beracun yang mengiris hatinya yang baru saja sedikit menghangat, menjadikannya hancur berlumuran darah.

Akhirnya, detektif swasta mengirimkan sebundel berkas. Dengan tangan gemetar, Summer membukanya. Di dalamnya ada berlembar-lembar dokumen, lengkap dengan banyak foto.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status