LOGINSummer terkenal sebagai wanita terjelek di kalangan sosialita. Poni tebal menutupi separuh wajahnya, kacamatanya berbingkai hitam tebal, wajahnya selalu dipoles dengan alas bedak berwarna kusam, dan bibirnya selalu menggunakan lipstik berwarna gelap hingga bentuk bibirnya tampak samar. Saat berjalan di keramaian, tak ada seorang pun yang akan meliriknya dua kali. Namun, tak ada yang tahu bahwa dia sengaja membuat dirinya terlihat jelek. Semua itu karena ibunya. Ibu Summer dulunya terkenal sebagai seorang wanita cantik. Ayahnya mengejar sang ibu tanpa henti hingga berhasil menikahinya. Namun, belum genap tiga tahun setelah pernikahan, ayahnya mulai berselingkuh. Sang ibu patah hati dan putus asa hingga akhirnya meninggal karena depresi.
View MoreMenjelang senja, Aston akhirnya tiba di tempat pengungsian sementara di sebuah kota kecil dekat pusat gempa. Dia menghentikan setiap orang yang lewat dan bertanya dengan suara serak apakah mereka pernah melihat seorang gadis bernama Summer. Tinggi, berkulit putih, cantik, dan memiliki mata yang sangat cerah.Sebagian besar orang menggeleng kebingungan.Sampai akhirnya, seorang wanita paruh baya dengan wajah penuh debu menunjuk ke arah pos medis sementara di kejauhan."Di sana. Sepertinya ada gadis cantik yang sedang membantu membagikan barang ...."Jantung Aston berdegup kencang. Dia langsung berbalik dan berlari ke sana.Kerumunan di depan pos medis terlihat cukup tertib. Beberapa relawan sedang membagikan air mineral dan makanan sederhana.Aston langsung melihat Summer.Summer sedang berjongkok di depan seorang gadis kecil yang terisak pelan. Sambil memegang sebungkus biskuit, dia mengatakan sesuatu dengan suara lembut. Ekspresinya begitu sabar dan penuh kelembutan.Langkah Aston men
Tepuk tangan kembali bergemuruh, diselingi seruan kagum.Aston naik ke panggung untuk menerima barang lelang yang dimenangkannya. Sesuai prosedur, dia harus berjabat tangan dengan sang desainer. Dia berjalan ke hadapan Summer. Cahaya lampu panggung terasa menyilaukan.Aston mengulurkan tangan. Jari-jarinya dingin dan sedikit gemetar. Tangan Summer terasa hangat dan kering. Dia menjabatnya sebentar, lalu segera melepaskannya.Senyum sopan tersungging di bibir Summer, pas dan tanpa cela."Terima kasih atas dukungan Pak Aston terhadap kegiatan amal." Suaranya tenang, sopan, tetapi berjarak.Aston menatapnya dalam-dalam. Jakunnya bergerak naik turun.Ribuan kata menyesaki dadanya dan membakar tenggorokannya, tetapi pada akhirnya hanya berubah menjadi satu kalimat, "Desainmu ... sangat indah.""Selamat.""Terima kasih." Senyum Summer tidak berubah. Dia mengangguk kecil.Setelah seluruh prosesi selesai, mereka turun dari panggung. Lorong menuju belakang panggung cukup sempit. Dengan arahan s
Kompetisi desain perhiasan internasional bergengsi akhirnya dimulai.Sang juara akan mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan merek mewah papan atas, sebuah batu loncatan yang diimpikan para desainer dari seluruh dunia.Summer melihat pengumuman penerimaan karya untuk kompetisi tersebut. Dia menatapnya dalam diam untuk waktu yang lama, lalu menutup halaman itu dan kembali melanjutkan ukiran kayu yang belum selesai di tangannya.Beberapa hari kemudian, dia mengirimkan sebuah rancangan desain yang telah dipersiapkan dengan sangat serius.Beberapa bulan berlalu, daftar peserta yang berhasil masuk ke babak final akhirnya diumumkan. Nama "Solstice" terpampang jelas di dalam daftar tersebut.Desainnya yang memadukan nuansa oriental yang khas dengan dekonstruksi modern berhasil memukau seluruh juri pada tahap penilaian awal.Divisi investasi barang mewah di bawah Grup Dananta merupakan salah satu sponsor utama kompetisi kali ini. Pihak penyelenggara berkali-kali mengirimkan permohonan, berh
Dia menundukkan kepala dan menutupi wajah dengan kedua tangannya. Bahunya mulai bergetar tanpa terkendali.Edric memalingkan wajah. Dadanya terasa sesak melihat keadaan Aston. Dia belum pernah melihat Aston seperti ini. Rapuh, putus asa, seolah-olah akan hancur hanya dengan satu sentuhan.Kebiasaan minum berlebihan dalam waktu lama, insomnia, gejolak emosi yang ekstrem, ditambah luka di lengannya yang terus mengalami infeksi dan tidak mendapat perawatan yang semestinya, akhirnya membuat tubuh Aston mencapai batasnya.Dalam sebuah konferensi video bersama jajaran petinggi perusahaan, Aston sedang mendengarkan laporan bawahannya ketika tiba-tiba perutnya terasa seperti diremas hebat. Rasa anyir mendadak memenuhi tenggorokannya.Detik berikutnya, di bawah tatapan ngeri semua orang, dia tiba-tiba memalingkan kepala dan memuntahkan darah berwarna gelap ke atas meja rapat yang mengilap."Pak Aston!"Ruang rapat seketika kacau.Aston segera dilarikan ke rumah sakit.Hasil pemeriksaan pun sege






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.