"Nenek, nggak perlu." Valeria langsung menolak. Setelah berpamitan pada Nyonya Diana, dia berdiri dan pergi. Sepanjang jalan, dia sama sekali tidak melirik Janson.Setelah keluar, Valeria berniat memesan taksi. Tapi dari sudut matanya, dia melihat ada orang mengikutinya di belakang. Saat menoleh, ternyata itu Janson. Pria itu memegang sebatang rokok, tapi tidak diisap, asapnya membumbung ke atas, membuat ekspresinya makin terlihat dingin.Valeria menarik pandangannya tanpa ekspresi, lalu lanjut membuka aplikasi taksi.Tanpa diduga, Janson justru mendekat. "Naik mobilku.""Nggak perlu."Valeria berbalik ke arah lain dan lanjut memesan taksi, tapi tidak ada pengemudi yang mengambil orderannya.Rumah utama Keluarga Gideon jauh dari pusat kota. Saat berangkat tadi, masih ada taksi yang mau mengantarnya kalau ditambah biaya. Tapi jam segini, walau sudah berkali-kali menambah biaya, tetap tidak ada yang menerima. Mobil di sekitar sini memang sangat sedikit."Bukannya tadi kamu bikin ribut me
Leer más