Benar saja, saat pintu kantor di belakangnya terdorong terbuka, Janson langsung menerjang masuk. "Isabela, kamu kenapa?" Pria itu bergegas memeluk Isabela, melindungi wanita itu dengan segenap tubuhnya.Isabela tak menjawab, hanya terisak pelan di balik dada pria itu.Seketika itu juga, Janson memutar pandangannya ke arah Valeria dan menatapnya dengan tatapan tajam membunuh. Wajah pria itu sangat kelam, kilat dingin di matanya seolah ingin mencabik-cabik Valeria saat itu juga. "Kamu yang mendorongnya?"Valeria sempat tertegun sejenak. Dia sama sekali tidak menyangka skenario murahan seperti ini akan terjadi. Dia lalu refleks membela diri, "Aku nggak mendorongnya, dia sendiri yang ....""Diam!" Janson bahkan tidak memberi kesempatan Valeria untuk menyelesaikan kalimatnya. "Aku lihat pakai mata kepalaku sendiri, kamu masih mau mengelak?""Iya benar, kami semua juga lihat kok! Kamu yang dorong Bu Isabela!"Begitu mendengar tuduhan itu, Valeria baru menyadari bahwa di belakang Janson, ada
Leer más