FAZER LOGINTiga tahun menikah, Valeria Bikman selalu patuh dan menurut kepada Janson Gideon. Bahkan saat dibuang ke Kota Hofra pada hari kedua pernikahan mereka, dia tidak mengeluh sedikit pun. Dalam kurun waktu tiga tahun, dia tidak hanya membawa perusahaan mengukuhkan posisi di Kota Hofra, tetapi juga menghasilkan keuntungan triliunan lewat paten yang diciptakannya. Namun, ketika ibunya sakit parah dan Valeria menangis memohon izin cuti, pria itu menolaknya mentah-mentah. Hanya dengan satu kalimat, "Dia 'kan belum mati." Pria itu pun mengusirnya. Valeria bersikeras untuk pulang, dan justru menemukan kenyataan bahwa pernikahan ini dari awal hanyalah sebuah penipuan! Pria itu menikah dengannya hanya demi anak Janson dan cinta pertamanya. Dibuang ke Kota Hofra pun, hanya agar tidak mengganggu kehidupan bahagia mereka bertiga. Bahkan anjing kecil yang ditinggalkannya pun, disiksa hingga cacat. Pada saat itu, hati Valeria mati total. Dia mengajukan pengunduran diri, menandatangani surat cerai, dan meninggalkan Keluarga Gideon tanpa ragu. Namun, saat Janson mendengar kabar tersebut, dia hanya tersenyum remeh. Yakin bahwa wanita itu akan kembali bertekuk lutut. Siapa sangka, saat bertemu kembali dengan Valeria, wanita itu sedang berada di konferensi pers sebuah perusahaan bioteknologi. Saat itu, Valeria baru saja berhasil mengembangkan paten teknologi penyuntingan gen, dan sedang melayani wawancara wartawan dengan anggun serta percaya diri. Sementara di samping Valeria, berdiri sosok konglomerat Kota Hofra yang memiliki kekuasaan tak tertandingi. Janson berlutut dengan satu kaki, bersimpuh sambil meneteskan air mata. "Valeria, aku salah. Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi." Kesempatan? Valeria sudah memberinya berkali-kali. Namun kali ini, kesempatan itu sudah jadi milik orang lain. Pria di belakang Valeria maju, merangkul pinggang Valeria, lalu menegaskan bahwa wanita itu miliknya dengan dominan. "Sekarang, dia itu istriku."
Ver maisStefani menyerahkan anak anjing itu kepada Jasper. "Anak pintar, main di sana ya!"Jasper menggendong anak anjing itu lalu berlari ke arah yang ditunjuk Stefani dengan gembira.Anak anjing ini benar-benar mirip sekali dengan anjing Valeria yang dulu. Selain warna bulu dan matanya, bahkan tanda lahir di tubuhnya pun persis sama.Isabela sampai ikut berdecak kagum. "Ibu, kok bisa nemu anjing yang mirip sekali seperti ini?"Stefani mendengus dingin. "Asal ada uang, apa sih yang nggak bisa dilakukan? Kamu dan Janson ini yang aneh, keinginan kecil anak sendiri saja nggak bisa kalian turuti."Kalimat itu menyindir kejadian saat Janson meminta anjing Valeria, namun ditolak mentah-mentah.Gara-gara hal itu, Jasper sempat menangis sesenggukan beberapa kali. Tapi karena Janson tidak memberi izin, Isabela juga tidak berani bertindak lancang. Sampai akhirnya Stefani tahu masalah ini. Tak butuh waktu beberapa hari, dia langsung membeli anjing yang sangat mirip."Cuma binatang biasa begitu. Kalau an
"Boleh, mau kamu ngecek gimana?""Menurut kamu gimana?""Ih, nakal deh!" Isabela berpura-pura merona dan menepuk pelan dada pria itu dengan manja."Kenapa? Nggak suka ya?""Suka."Janson terkekeh pelan.Mumpung suasana hati pria itu sedang bagus, Isabela dengan cepat berkata, "Tadi sepertinya aku lihat Valeria di tempat gym."Mendengar nama itu, raut wajah Janson seketika berubah dingin. "Dia mau apa ke sana?""Nggak tahu." Isabela pura-pura polos. "Mungkin mau olahraga juga. Tapi, kok dia bisa bayar di tempat mewah seperti itu. Jangan-jangan ...."Isabela sengaja menggantung kalimatnya sambil diam-diam melihat raut wajah Janson. Melihat ekspresi pria itu yang makin kelam, dia tak berani melanjutkan dan langsung mengalihkan arah pembicaraan."Tapi kalau dipikir-pikir, dia melakukan semua ini pasti demi kamu, demi bisa menarik perhatianmu lagi. Janson, seandainya suatu hari nanti dia benaran berhasil diet dan makin kurus, apa sikapmu padanya bakal berubah?""Sudah kuduga, wanita itu ben
Kali ini Valeria yang bertindak. Dia menampar wanita itu dengan keras dua kali. Seketika, suasana menjadi hening mencekam. Semua orang menatapnya dengan raut wajah tidak percaya.Wanita yang ditampar tadi memegangi pipinya, matanya seperti mau menyemburkan api. "Berani-beraninya kamu nampar aku?""Memang iya." Valeria menatapnya dingin. "Kenapa? Kamu boleh mukul orang lain, tapi orang lain nggak boleh mukul kamu?"Wanita itu langsung bungkam, wajahnya penuh rasa tidak terima. Kemudian, dia mengentakkan kaki dan menoleh ke arah Isabela untuk minta bantuan. "Kak Isabela, cepat telepon Kak Janson! Suruh dia datang ke sini buat kasih pelajaran ke wanita sialan ini!"Mendengar sebutan itu, Valeria cuma bisa tertawa sinis dalam hati. Kak Janson? Lancar sekali dia memanggil Janson dengan sebutan itu.Padahal surat cerai mereka belum resmi diurus, tapi wanita itu sudah memanggil Janson “Kak”? Kelihatannya dibanding Valeria, Janson lebih tidak sabar untuk bercerai. Tapi baguslah kalau begitu,
Staf itu tersenyum lagi. "Sama-sama. Saya ngomong jujur kok."Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol, mendadak terdengar suara ramai di depan pintu. Salah satu suaranya terdengar sangat familier di telinga Valeria. Tapi sebelum dia sempat mengingat siapa pemilik suara itu, rombongan itu sudah muncul di depan matanya.Ternyata Isabela, dengan dua orang teman wanitanya yang mengekor di belakang.Isabela mengenakan setelan baju yoga warna putih dan rambutnya disanggul tinggi. Lekuk tubuhnya kelihatan sangat proporsional, memancarkan kesan anggun dan elegan.Saat melihat Valeria, ada kilat kekaguman yang sempat berkelebat di matanya. Tapi raut wajahnya kembali seperti semula dengan cepat, lalu mendengus dingin.Dua wanita di belakang Isabela memakai pakaian yang hampir senada, bedanya penampilan mereka tidak seanggun Isabela. Mereka berdua memandangi Valeria dari atas sampai bawah, dengan tatapan meremehkan. Salah satu dari mereka langsung menyindir, "Baru kali ini aku lihat orang gemuk


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.