Mantan Suami, Terlambat Menyesal!

Mantan Suami, Terlambat Menyesal!

Por:  Mega RarasAtualizado agora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Classificações insuficientes
50Capítulos
0visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Tiga tahun menikah, Valeria Bikman selalu patuh dan menurut kepada Janson Gideon. Bahkan saat dibuang ke Kota Hofra pada hari kedua pernikahan mereka, dia tidak mengeluh sedikit pun. Dalam kurun waktu tiga tahun, dia tidak hanya membawa perusahaan mengukuhkan posisi di Kota Hofra, tetapi juga menghasilkan keuntungan triliunan lewat paten yang diciptakannya. Namun, ketika ibunya sakit parah dan Valeria menangis memohon izin cuti, pria itu menolaknya mentah-mentah. Hanya dengan satu kalimat, "Dia 'kan belum mati." Pria itu pun mengusirnya. Valeria bersikeras untuk pulang, dan justru menemukan kenyataan bahwa pernikahan ini dari awal hanyalah sebuah penipuan! Pria itu menikah dengannya hanya demi anak Janson dan cinta pertamanya. Dibuang ke Kota Hofra pun, hanya agar tidak mengganggu kehidupan bahagia mereka bertiga. Bahkan anjing kecil yang ditinggalkannya pun, disiksa hingga cacat. Pada saat itu, hati Valeria mati total. Dia mengajukan pengunduran diri, menandatangani surat cerai, dan meninggalkan Keluarga Gideon tanpa ragu. Namun, saat Janson mendengar kabar tersebut, dia hanya tersenyum remeh. Yakin bahwa wanita itu akan kembali bertekuk lutut. Siapa sangka, saat bertemu kembali dengan Valeria, wanita itu sedang berada di konferensi pers sebuah perusahaan bioteknologi. Saat itu, Valeria baru saja berhasil mengembangkan paten teknologi penyuntingan gen, dan sedang melayani wawancara wartawan dengan anggun serta percaya diri. Sementara di samping Valeria, berdiri sosok konglomerat Kota Hofra yang memiliki kekuasaan tak tertandingi. Janson berlutut dengan satu kaki, bersimpuh sambil meneteskan air mata. "Valeria, aku salah. Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi." Kesempatan? Valeria sudah memberinya berkali-kali. Namun kali ini, kesempatan itu sudah jadi milik orang lain. Pria di belakang Valeria maju, merangkul pinggang Valeria, lalu menegaskan bahwa wanita itu miliknya dengan dominan. "Sekarang, dia itu istriku."

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Tiga tahun setelah dibuang oleh Janson Gideon ke Kota Hofra, Valeria Bikman untuk pertama kalinya menghubungi pria itu lewat telepon.

Di telepon, wanita itu menceritakan semua kondisi ibunya yang baru saja disampaikan oleh dokter.

Infeksi darah, kondisi ibunya kritis, dan nyawanya bisa terancam kapan saja.

Oleh karena itu, Valeria harus segera pulang ke Kota Belona.

Siapa sangka, Janson yang mendengarnya, justru sama sekali tidak peduli. Pria itu hanya membalas dengan dingin dari telepon, "Valeria, kamu bukan dokter."

Makna di balik kalimat itu sangat jelas, kepulangan Valeria pun tidak akan ada gunanya.

Valeria tentu tahu dirinya bukan dokter dan tidak bisa menyembuhkan orang lain.

Namun, wanita itu adalah ibunya. Menghadapi kejadian seperti ini, dia hanya ingin mendampingi ibunya.

Jadi, meski selama ini Valeria selalu patuh dan tidak pernah membantah Janson, saat ini dia memberanikan diri untuk berkata, "Aku mau pulang untuk menemani ibuku. Tenang saja, aku cuma minta izin beberapa hari dan nggak akan mengganggu pekerjaanku."

Mungkin tidak menyangka wanita itu akan bersikeras, Janson di seberang telepon sempat terdiam sejenak. Bagaimanapun juga, di hadapannya, Valeria tidak pernah berani mengucapkan kata "tidak".

Setelah menghening sejenak, pria itu kembali berkata dengan nada yang jauh lebih dingin dari sebelumnya, "Sekarang 'kan ibumu belum mati."

Kalimat itu terlalu kejam. Meski sudah terbiasa dengan kata-kata dingin Janson, Valeria tetap sulit mencernanya saat itu. "Kamu nggak boleh ngomong begitu!"

Namun, Janson sama sekali tidak peduli pada kemarahannya. Pria itu justru melontarkan kalimat dingin penuh ketidaksabaran, "Sadar diri dengan posisimu. Kamu nggak berhak bicara seperti ini padaku."

Sama seperti momen apa pun selama tiga tahun terakhir, pria itu tidak peduli pada perasaan Valeria, tidak peduli pada pemikirannya, apalagi pada dirinya sebagai manusia.

Hubungan mereka, daripada disebut suami istri, lebih cocok disebut sebagai orang asing.

Namun, Valeria tidak mengerti. Jelas-jelas pria itu sendiri yang dulu berinisiatif mengajaknya menikah, bahkan setelah Valeria mengalami musibah tragis itu.

Bahkan setelah mengetahui bahwa dirinya tidak bisa memiliki keturunan, pria itu pula yang mengusulkan untuk mengadopsi anak.

Dada Valeria terasa sesak dan sakit. Dia menelan habis rasa tertekannya dan mencoba bicara sekali lagi, "Janson, anggap saja aku mohon padamu. Aku ...."

"Cukup!" Sebelum kalimatnya selesai, Janson memotong kata-kata Valeria. Pria di seberang telepon itu seolah sudah mencapai batas kesabarannya. "Valeria, kamu tahu sifatku. Masalah ini sudah kuputuskan. Kalau mau kembali ke Kota Belona, kamu harus mundur dari Perusahaan Gideon!"

Setelah mengatakan itu, Janson menutup telepon.

Mendengar suara nada sibuk dari ponselnya, hati Valeria terasa sangat sakit hingga hampir tak bisa bernapas.

Tiga tahun dibuang ke Kota Hofra, dia tidak pernah mengambil libur sehari pun dan mencurahkan seluruh tenaga serta waktunya untuk bekerja. Valeria tidak hanya memimpin Perusahaan Gideon mengukuhkan posisi di Kota Hofra, tetapi juga mengembangkan berbagai paten bioteknologi dan teknologi baru.

Valeria mengira, kalaupun tidak mengingat hubungan suami istri, setidaknya pria itu menghargai kontribusi pekerjaannya.

Namun kini tampaknya, dialah yang terlalu percaya diri.

Jika begitu, lebih baik dia mengajukan pengunduran diri sekalian.

Valeria membuka sistem, isi formulir, lalu mengajukan permohonan pengunduran diri, semuanya diselesaikan dalam satu helaan napas.

Setelah menyelesaikan itu semua, Valeria memesan tiket pesawat malam menuju Kota Belona.

Pukul enam pagi, pesawat mendarat di Kota Belona.

Setibanya di rumah sakit, dokter menjelaskan kondisi ibunya secara terperinci.

Leukemia akut yang datang mendadak, penyebabnya belum diketahui. Meskipun kondisi ibunya dapat dikendalikan untuk sementara waktu, keadaannya masih sangat berbahaya. Penanganan selanjutnya memerlukan serangkaian tindakan seperti kemoterapi dan transplantasi. Mengenai biayanya, setidaknya harus menyiapkan 4 miliar.

Melihat sosok ibunya yang pucat dan kurus di bangsal rumah sakit, mata Valeria terasa panas dan pedih.

Sebenarnya, dia bukan putri kandung Merry Katarina dan Brian Bikman, melainkan anak yang diadopsi sejak kecil. Namun selama bertahun-tahun, Merry selalu memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.

Dalam ingatan Valeria, ibunya tampak selalu menderita. Tahun-tahun awal menderita demi membesarkannya, lalu menderita karena utang judi Brian. Bahkan penyakit Merry kali ini, tetangga yang secara tidak sengaja menemukannya pingsan baru memanggilkan ambulans.

Valeria tidak berani membayangkan, apa jadinya jika tetangganya saat itu tidak menemukan ibunya.

Karena ini adalah ruang perawatan steril, dokter tidak mengizinkan Valeria menemani ibunya terlalu lama. Setelah menyampaikan serangkaian hal yang perlu diperhatikan, dokter mengingatkannya untuk menyiapkan uang. Bagaimanapun juga, penyakit ini tidak bisa lepas dari dukungan finansial.

Duduk di kursi panjang rumah sakit, Valeria menghitung secara singkat tabungannya selama beberapa tahun ini. Meski hidup hemat dan tidak konsumtif sama sekali, karena gajinya tidak tinggi, total tabungannya hanya ada 600 juta.

Dibandingkan dengan 4 miliar, jumlah itu sangat jauh dari cukup.

Uang sebanyak itu, Valeria tidak punya cara lain untuk mendapatkannya.

Setelah mengurus keperluan rumah sakit, dia naik taksi menuju Leston Hills.

Kawasan perumahan ini adalah tempat vila Janson berada. Selain saat menikah dulu, ini adalah kedua kalinya Valeria menginjakkan kaki di sini.

Asisten rumah tangga yang membukakan pintu tidak mengenalnya dan mengatakan harus melapor ke dalam terlebih dahulu.

Dari balik tirai kristal, Valeria mendengar gelak tawa riang dari dalam ruangan, ada suara wanita dan anak-anak. Suara wanitanya tidak familier, tetapi anak kecil itu, sepertinya adalah Jasper Gideon, anak yang diadopsi Janson.

Mengingat anak itu, hati Valeria menjadi lembut.

Meski bukan darah dagingnya sendiri, belum pernah bertemu secara langsung dan sebelumnya hanya melihat lewat foto, sebagai ibu di atas kertas, naluri keibuan Valeria tetap muncul.

Baru saja berpikir nanti harus membelikan beberapa hadiah untuk anak itu, gelak tawa di dalam rumah mendadak berhenti. Kemudian, asisten rumah tangga itu datang untuk membawanya masuk. Baru saja melangkah ke ruang tamu, Valeria melihat tiga orang duduk di sofa.

Janson, ada seorang wanita berpakaian anggun nan mewah, serta Jasper.

Janson mengenakan setelan jas gelap dipadu dasi berwarna senada, rambutnya disisir agak ke belakang. Alisnya tebal, matanya tajam, dengan garis wajah yang tegas. Seluruh tubuhnya memancarkan aura seorang penguasa. Dalam jangka waktu tiga tahun, dia menjadi lebih dewasa dan jauh lebih dominan.

Hanya saja saat melihat Valeria masuk, pria itu sama sekali tidak berniat menyapa. Pandangannya tetap tertuju pada ponsel, bahkan tanpa mengangkat kepala sedikit pun. Ada banyak pemberitahuan sistem di ponselnya. Tanpa melihatnya satu per satu, dia langsung memilih opsi menyetujui semua dengan sekali tekan.

Wanita di sampingnya juga hanya diam dan mengamatinya dengan tatapan dingin. Pandangannya dingin tetapi tidak menyiratkan keheranan, menandakan wanita itu mengenalnya.

Justru Jasper, yang duduk di sebelah wanita itu yang berbicara, "Mama, siapa orang ini? Kuno sekali, badannya juga gemuk. Apa dia teman Mama dan Papa? Bukannya biasanya Papa dan Mama mengajariku kalau berteman harus lihat kasta? Kenapa kalian punya teman begini?"

Kata-kata yang keluar dari mulut anak kecil adalah yang paling jujur, sekaligus paling menyakitkan.

Valeria merasa sangat canggung. Selama beberapa tahun ini, karena tuntutan pekerjaan, dia sering lembur dan makan tidak teratur. Hal itu membuat kesehatannya bermasalah hingga berat badannya melonjak puluhan kilogram dibanding sebelumnya.

Namun dibandingkan hal itu, yang membuatnya lebih terkejut adalah panggilan "Mama" yang baru saja diucapkan oleh Jasper.

Jika anak itu memanggil wanita di sampingnya dengan sebutan "Mama", lalu siapa dirinya?

Saat Valeria hendak berbicara, wanita di samping Jasper bereaksi lebih dulu. Dengan lembut dan sabar, dia mengelus kepala Jasper. "Jasper, bukannya sudah kubilang? Aku bukan mamamu, panggil aku Tante. Dia itu baru mamamu."

Setelah berkata seperti itu, dia menunjuk ke arah Valeria.

Wajah Jasper seketika menunjukkan ekspresi jijik. Dia melipat tangan di dada tinggi-tinggi dan dengan nada angkuh berkata, "Huh! Dia bukan mamaku! Aku nggak mau ibu-ibu tua yang jelek dan gemuk ini jadi mamaku! Usir dia!"

Begitu kata-kata itu diucapkan, suasana seketika membeku. Wanita itu tidak berniat mencairkan ketegangan, melainkan menatap Valeria dengan pandangan provokatif.

Tepat saat Valeria hendak berbicara, Janson yang sejak tadi diam mendadak membuka suara, "Isabela, bawa Jasper ke atas."

Nada lembut seperti itu belum pernah pria itu gunakan padanya.

Pahit merayapi hati Valeria. Dia akhirnya paham bahwa wanita di depannya ini pasti adik Janson, putri angkat Keluarga Gideon yang bernama Isabela.

Saat dia dan Janson menikah dulu, Isabela tidak hadir. Oleh karena itu, Valeria selalu tahu keberadaan orang ini, tetapi tidak pernah bertemu langsung.

Baru hari ini bertemu, dia menyadari bahwa aura Isabela sangat mirip dengan Janson. Sama-sama dingin, acuh tak acuh, dan tidak mudah didekati. Hanya saja raut wajahnya justru sangat mirip dengan Jasper yang ada di sampingnya.

Isabela sangat menuruti kata-kata Janson. Dia segera membawa Jasper naik ke lantai atas.

Setelah mereka menjauh, barulah pandangan Janson beralih menatapnya. Seketika, mata Valeria bertabrakan dengan mata Janson.

Pada saat yang sama, ponsel Valeria menerima notifikasi sistem, memberitahukan bahwa permohonan pengunduran dirinya telah disetujui.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
50 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status