"Kalau kita menunggu mereka yang maju lebih dulu, kendali ada di tangan kita. Nanti, kita bisa memperjuangkan lebih banyak ...." Isaac menganalisis strategi dalam kasus perceraian itu untuknya.Chastine menahan tangan Isaac, mencegahnya melanjutkan. Isaac mengatupkan bibir dan mengangkat pandangan, lalu bersama Chastine menatap Elric.Elric berjalan mendekat. Sosoknya tampak tegap dan tinggi, dengan aura yang luar biasa kuat. Garis rahangnya yang tegas memancarkan hawa dingin yang membuat orang enggan mendekat."Pak Elric, sudah lama nggak bertemu," sapa Isaac.Pria itu mengangguk ringan. Sejak kecil mereka berada di lingkungan yang sama. Meski tidak akrab, mereka tetap saling mengenal.Melihat ekspresi Elric yang acuh tak acuh, Chastine memberi isyarat kepada Isaac untuk pergi.Setelah Isaac pergi, Elric juga tidak menyinggung soal perceraian. Sepertinya dia belum siap.Saat Chastine terdiam, pria itu berkata dengan nada datar, "Keluar."Chastine tidak mengerti maksudnya. Ponselnya ti
Mehr lesen