Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk

Mengandung Anak CEO, Mantan Suami Malah Minta Rujuk

Por:  SashaActualizado ahora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
No hay suficientes calificaciones
50Capítulos
4vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Pada hari ulang tahun pernikahannya, Chastine Hadinata menemukan sebuah surat cerai palsu. Tanggal perceraian yang tertera adalah 30 hari kemudian, tepat pada hari ulang tahun suaminya, Elric Wicaksana. Semua itu dilakukan suaminya demi Karina Wibisono, adik tiri Chastine yang berbeda ibu. Elric memang selalu mengutamakan Karina dan menganggap Chastine seolah tak ada. Ketika Karina merusak peninggalan nenek Chastine, Elric malah menyalahkan Chastine dan menganggap kalung itu tak berharga. Tanpa peduli sedikit pun, dia menginjak-injak harga diri Chastine. Hati Chastine akhirnya benar-benar mati rasa. Dia meminta cerai, tetapi Elric sama sekali tak menganggapnya serius. Chastine angkat kaki dari vila dan mengundurkan diri dari pekerjaannya, lalu memblokir semua kontak Elric. Namun, pria itu masih mengira dia hanya sedang merajuk. Akhirnya, Chastine benar-benar berhenti membuat keributan. Tiga puluh hari kemudian, saat Elric merayakan ulang tahunnya bersama Karina dan menggunakan surat cerai palsu itu untuk membuktikan cintanya, Chastine malah membawa surat cerai yang asli dan bergabung dengan tim penelitian. Dia pergi jauh untuk mengejar kehidupannya sendiri. Saat mereka bertemu kembali, Chastine sudah kembali ke puncak kejayaannya. Dia menjadi sosok nomor satu di bidang cip semikonduktor yang dikagumi semua orang. Dia punya uang, karier gemilang, dan seseorang yang menyayanginya. Suami yang dulu menganggapnya seolah tak ada, kini berlutut memohon belas kasihan di depannya. "Chastine, aku cuma manfaatin dia. Tolong kasih aku satu kesempatan lagi ...." "Pak Elric, sudah terlambat." Chastine masuk ke pelukan seorang pewaris keluarga elite, lalu tersenyum tipis. "Mulai hari ini, panggil aku Nyonya Hartono." Setelah menikah lagi dengan keluarga terpandang, Chastine awalnya mengira pernikahan mereka hanyalah hubungan yang saling menguntungkan. Tak disangka, pria yang selama ini sulit didekati, dingin, dan menjaga jarak, ternyata menyimpan cinta membara yang selama ini dia tahan mati-matian untuk Chastine. Saat malam tiba, pria itu mengurung Chastine dalam pelukannya. Tangannya berulang kali membelai lembut perut Chastine yang mulai sedikit membuncit. Mata hitamnya dipenuhi hasrat untuk memiliki. Tanpa Chastine sadari, cintanya sudah direncanakan sejak lama.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Pada tahun kedua pernikahan mereka, saat Chastine sedang menyiapkan hadiah ulang tahun pernikahan untuk suaminya, dia menemukan sebuah surat cerai di dalam brankas.

Surat cerai siapa ini?

Dia membuka surat cerai itu dan tertegun saat melihat nama beserta foto dirinya dan suaminya tercantum di sana.

Sejak kapan dia bercerai tanpa mengetahuinya?

Terlebih lagi, tanggal yang tertera pada surat cerai itu adalah 30 hari kemudian, tepat pada hari ulang tahun suaminya, Elric.

Dengan hati gelisah, Chastine mendatangi kantor catatan sipil untuk mencari tahu.

Setelah memeriksa sistem, petugas menatapnya dengan heran dan berkata, "Bu, di dalam sistem cuma ada catatan pernikahan Ibu. Nggak ada catatan perceraian."

"Surat cerai ini palsu. Fotonya juga hasil editan. Tapi cetakannya nyaris sama dengan yang asli, bahkan stempel resminya pun sulit dibedakan."

"Apa Ibu ditipu seseorang?"

Mendengar penjelasan petugas, wajah Chastine memucat.

Kekhawatirannya ternyata benar.

Elric telah membuat surat cerai palsu.

Akan tetapi, untuk apa dia melakukannya?

Chastine menyimpan surat cerai itu dan mengucapkan terima kasih, lalu bergegas menuju Grup Wicaksana dengan pikiran kacau dan syok. Dia ingin meminta penjelasan langsung dari Elric, tetapi malah memergoki suaminya berselingkuh dengan Karina, adik tirinya yang berbeda ibu.

Pria tinggi dan tampan itu sedikit membungkukkan tubuh, membiarkan wanita muda nan cantik di hadapannya berjinjit dan mengecup pipinya.

Saking terkejutnya, pikiran Chastine mendadak kosong. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Terima kasih, Kakak Ipar."

Suara manja Karina menyadarkannya kembali.

Chastine mendorong pintu hingga terbuka dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"

Karina langsung terlihat panik dan buru-buru menjelaskan, "Kak, ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Makalah penelitianku dapat penghargaan, Ayah dan Ibu juga sedang nggak di rumah, jadi Kakak Ipar mau ngasih aku satu set perhiasan untuk merayakannya."

"Kalau Kakak nggak suka, aku nggak akan menerimanya."

Meski berkata demikian, Karina malah memeluk kotak perhiasan itu begitu erat sampai buku-buku jarinya memutih. Sementara itu, kelembutan di wajah Elric langsung menghilang. Tangannya yang ramping terangkat dan menepuk lembut bahu Karina, seolah sedang menenangkannya.

"Kamu keluar dulu."

Karina mengangguk patuh. Namun, ketika melewati Chastine, sorot matanya justru dipenuhi rasa puas dan provokasi. Dada Chastine terasa begitu sesak hingga hampir tak bisa bernapas.

Di sisi lain, Elric sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah meski baru saja dipergoki. Dia berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk dengan tenang, lalu menatap Chastine dengan ekspresi datar.

"Mau apa ke sini?"

Dua tahun menikah, Elric semakin tenggelam dalam pekerjaannya dan sikapnya terhadap Chastine pun makin dingin. Kini, kelembutan yang begitu jarang dia tunjukkan itu, malah diberikan kepada wanita lain.

Hati Chastine terasa sakit dan dipenuhi kekecewaan. Jemarinya yang mengepal menusuk telapak tangannya sendiri. Rasa sakit itu memaksanya untuk tetap tenang.

"Kita cerai."

Chastine mengira Elric setidaknya akan menanggapi perkataannya dengan serius. Namun, tatapan Elric hanya berhenti padanya selama sedetik sebelum beralih ke dokumen yang dibacanya. Ketidaksabaran tampak jelas di matanya.

"Kenapa harus mempermasalahkan hal kecil sama adikmu sendiri?"

Sikap acuh tak acuh itu membuat hati Chastine semakin dingin.

Nolan, asisten Elric, berjalan masuk sambil membawa setumpuk dokumen. Elric bahkan tidak repot-repot melirik Chastine lagi.

Melihat mereka memperlakukannya seolah tidak ada, hati Chastine makin membeku. Dia berbalik dan pergi, berniat membicarakan perceraian mereka lagi setelah pulang malam nanti.

"Pak Elric, soal rencana mengambil alih Grup Wibisono, sebaiknya Bapak kasih tahu Nyonya," ujar Norlan dengan sedikit khawatir.

Elric mengangkat kepala dan memandang punggung Chastine yang menjauh. Bibir tipisnya terbuka dan berkata, "Nggak perlu."

Diberitahukan 30 hari lagi juga belum terlambat.

Kalau masalah sekecil ini saja tidak bisa diterima oleh Chastine, bagaimana dia bisa menghabiskan sisa hidup bersamanya?

Elric teringat ekspresi Chastine saat menatap perhiasan dalam pelukan Karina tadi, lalu menambahkan dengan datar, "Alihkan satu rumah atas namanya."

....

Setelah Chastine keluar dari ruang direktur utama, Karina langsung menghalangi jalannya. Karina mengusap-usap kalung zamrud di lehernya dengan sorot mata penuh kemenangan.

"Kak, aku sarankan kamu pura-pura nggak tahu saja. Itu lebih baik untuk kita berdua."

Chastine sedikit mengernyit. "Apa maksudmu?"

"Setelah surat cerai kalian keluar, Kak Elric akan menikah denganku. Nanti kita tetap menjadi keluarga. Kita masih akan sering bertemu. Nggak baik kalau hubungan kita sampai rusak."

Ucapan Karina membuat Chastine tiba-tiba memahami semuanya.

Surat cerai palsu itu dibuat Elric untuk membujuk Karina.

Chastine teringat masa lalu. Saat ibunya sedang mengandung dirinya, ayahnya berselingkuh, lalu ibu Karina datang dan memaksa ayahnya untuk memilih dirinya.

Ketika hubungan kedua orang tuanya hancur, ayahnya memperebutkan hak asuh Chastine demi saham yang dimiliki ibunya. Akibatnya, Chastine harus hidup menumpang di rumah orang lain selama bertahun-tahun dan menerima begitu banyak penderitaan.

Elric tahu semua itu.

Namun, dia malah berselingkuh dengan wanita yang selama ini menindas dan menyakitinya.

Elric sudah lama tidak mencintainya. Atau mungkin, sejak awal Elric memang tidak pernah mencintainya. Dia menikahi Chastine hanya karena dijodohkan.

Rasa terima kasih Chastine kepada Elric karena pernah menyelamatkan nyawanya juga semakin terkikis oleh sikap dingin pria itu dari hari ke hari.

Padahal, di awal pernikahan, mereka juga pernah bahagia ....

Chastine menatap Karina dengan dingin dan berkata, "Sekeluarga denganku? Memangnya kamu pantas?"

"Kamu dan ibumu sama saja. Kalian merebut suami orang, menghancurkan keluarga orang lain, lalu mengambil tempat yang bukan milik kalian dengan nggak tahu malu. Sama-sama pelakor."

Ucapan itu langsung menyulut emosi Karina. Dia meninggikan suaranya. "Yang nggak dicintai itulah yang pelakor!"

Cinta?

Cinta Elric?

Chastine sudah tidak menginginkannya lagi.

Teringat surat cerai palsu di dalam tasnya, dia mencibir, "Kamu yakin dia bakal menikahimu?"

Karina buru-buru membantah, "Tentu saja! Dia belum bilang ke kamu cuma karena ingin menjaga harga saham perusahaan tetap stabil. Setelah perusahaan gabungan Grup Wibisono dan Grup Wicaksana resmi melantai di bursa, kamu harus angkat kaki!"

Tiga puluh hari lagi, setelah Kak Elric mendapatkan surat cerai, pria itu pasti akan menikahinya. Saat itu, dialah yang akan menjadi Nyonya Wicaksana dan Chastine hanya akan menjadi wanita yang dicampakkan suaminya.

Chastine menatap Karina yang terlihat marah, lalu pergi tanpa ekspresi.

Soal Elric akan menikahi Karina atau tidak, ataupun apakah pria itu ingin menceraikannya atau tidak, semua itu sudah tidak ada hubungannya dengannya lagi. Dia akan meninggalkan Elric.

Setelah kembali ke mobil, Chastine menelepon balik Aires.

"Kak Aires, aku sudah memutuskan untuk bergabung dengan tim penelitianmu dan pergi ke Lembah Silika untuk ikut dalam penelitian dan pengembangan."

Mereka berdua belajar di bawah bimbingan mentor yang sama. Aires adalah salah satu pakar terkemuka di bidang semikonduktor yang berfokus pada pengembangan cip berskala nanometer rendah.

Dari seberang telepon, Aires terdengar terkejut sekaligus lega, "Syukurlah akhirnya kamu berubah pikiran. Tapi bagaimana dengan ibu mertuamu ...."

Dia tahu betul betapa Chastine mendambakan sebuah keluarga.

Setelah menikah, Chastine memusatkan seluruh perhatiannya pada keluarga dan perlahan mundur dari dunia penelitian. Namun, Aires tidak serta-merta melupakan Chastine begitu saja.

Sejauh ini, Chastine adalah salah satu ilmuwan paling berbakat yang pernah dia temui. Karena itulah, dia berkali-kali mengundang Chastine untuk bergabung dengan lembaga penelitiannya.

Hanya saja, Keluarga Wicaksana merupakan keluarga elite papan atas dengan aturan keluarga yang sangat ketat. Kalau Chastine pergi selama setahun, Keluarga Wicaksana mungkin akan keberatan.

Chastine memahami kekhawatirannya dan menjawab dengan yakin, "Itu sudah bukan masalah lagi."

Aires langsung mengerti.

"Kalau begitu, bagus. Siapkan paspormu dan antarkan ke aku besok pagi supaya aku bisa mengurus keperluan keberangkatanmu ke luar negeri. Tim penelitian kita akan berangkat 30 hari lagi."

"Sekalian akan kukenalkan kamu dengan Pak Zevan, mitra kerja sama kami."

"Pandangan dia tentang perjalanan kuantum ternyata sangat mirip dengan pandanganmu. Kurasa kalian akan punya banyak hal untuk didiskusikan."

"Baik."

Tiga puluh hari lagi adalah hari ulang tahun Elric, hari ketika dia berencana berpura-pura bercerai dengan Chastine.

Hari itu juga merupakan hari keberangkatan Chastine ke luar negeri.

Setelah meninggalkan Grup Wicaksana, Chastine menerima telepon dari kediaman utama keluarga Wicaksana. Setiap tanggal satu dan lima belas tiap bulannya, mereka selalu pulang ke kediaman utama untuk makan bersama.

Awalnya Chastine tidak berniat datang. Namun, dia masih membawa dokumen yayasan amal yang perlu ditandatangani Rosalie, ibu Elric, terkait dana yang sebelumnya sudah dijanjikan Rosalie.

Chastine mengambil dokumen itu dan bergegas menuju kediaman utama. Setibanya di sana, dia melihat Karina duduk berdampingan dengan Elric.

Elric bahkan berani membawa Karina masuk ke kediaman keluarga mereka tanpa memikirkan harga diri Chastine sedikit pun.

Sementara itu, Rosalie menggenggam tangan Karina sambil memujinya, "Aku dengar dari ibumu, skripsimu kali ini bahkan berhasil diterbitkan di jurnal. Kamu memang hebat."

"Dulu entah apa yang merasuki ommu sampai dia tega memisahkan pasangan serasi seperti kalian ...."

"Kamu jauh lebih baik daripada dia."

Karina tersenyum dan merendah dengan sopan. "Kak Chastine juga lulusan Universitas Cendana. Dia juga nggak kalah hebat."

"Dia?" Rosalie mencibir. "Dia tuh cuma kuliah biar dapat gelar untuk mempercantik diri. Mana bisa dibandingkan sama kamu?"

Awalnya, Chastine mengira hubungan antara menantu dan ibu mertua memang selalu sulit. Karena itu, dia selalu berusaha sebisa mungkin untuk membuat Rosalie puas.

Namun, belakangan dia baru mengetahui bahwa Rosalie selalu mempersulitnya karena Elric.

"Kenapa masih berdiri di sana?"

"Nggak tahu waktu ya. Kamu sudah bikin begitu banyak orang menunggumu. Cepat ke dapur dan lihat makanannya sudah siap belum!"

Mendengar bentakan Rosalie, Chastine mengabaikan tatapan mengejek Karina dan menoleh ke arah Elric. Elric bukan anak kandung Rosalie. Meski dari luar hubungan mereka terlihat harmonis, sebenarnya ada banyak perselisihan di antara mereka.

Dulu, setiap kali Rosalie mempersulit Chastine, Elric selalu membelanya. Namun, sekarang Elric tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia membiarkan Rosalie mengomeli Chastine.

Bukan hanya itu.

Di depan semua orang, Elric yang biasanya angkuh bahkan menuangkan teh untuk Karina dengan tangannya sendiri dan memperlakukannya dengan penuh perhatian. Dia benar-benar menghancurkan harga diri Chastine di depan semua orang.

Hati Chastine benar-benar membeku. Dia berbalik dan berjalan ke luar.

Bulan Maret di Kota Marina diselimuti gerimis yang tak kunjung reda. Tubuh Chastine yang basah kuyup menggigil diterpa angin.

Setelah masuk ke rumah, dia mengembalikan surat cerai palsu itu ke dalam brankas, lalu membuat surat perjanjian cerai dua rangkap.

Besok adalah ulang tahun pernikahan mereka yang kedua dan Chastine akan menceraikan Elric.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
50 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status