INICIAR SESIÓNPada hari ulang tahun pernikahannya, Chastine Hadinata menemukan sebuah surat cerai palsu. Tanggal perceraian yang tertera adalah 30 hari kemudian, tepat pada hari ulang tahun suaminya, Elric Wicaksana. Semua itu dilakukan suaminya demi Karina Wibisono, adik tiri Chastine yang berbeda ibu. Elric memang selalu mengutamakan Karina dan menganggap Chastine seolah tak ada. Ketika Karina merusak peninggalan nenek Chastine, Elric malah menyalahkan Chastine dan menganggap kalung itu tak berharga. Tanpa peduli sedikit pun, dia menginjak-injak harga diri Chastine. Hati Chastine akhirnya benar-benar mati rasa. Dia meminta cerai, tetapi Elric sama sekali tak menganggapnya serius. Chastine angkat kaki dari vila dan mengundurkan diri dari pekerjaannya, lalu memblokir semua kontak Elric. Namun, pria itu masih mengira dia hanya sedang merajuk. Akhirnya, Chastine benar-benar berhenti membuat keributan. Tiga puluh hari kemudian, saat Elric merayakan ulang tahunnya bersama Karina dan menggunakan surat cerai palsu itu untuk membuktikan cintanya, Chastine malah membawa surat cerai yang asli dan bergabung dengan tim penelitian. Dia pergi jauh untuk mengejar kehidupannya sendiri. Saat mereka bertemu kembali, Chastine sudah kembali ke puncak kejayaannya. Dia menjadi sosok nomor satu di bidang cip semikonduktor yang dikagumi semua orang. Dia punya uang, karier gemilang, dan seseorang yang menyayanginya. Suami yang dulu menganggapnya seolah tak ada, kini berlutut memohon belas kasihan di depannya. "Chastine, aku cuma manfaatin dia. Tolong kasih aku satu kesempatan lagi ...." "Pak Elric, sudah terlambat." Chastine masuk ke pelukan seorang pewaris keluarga elite, lalu tersenyum tipis. "Mulai hari ini, panggil aku Nyonya Hartono." Setelah menikah lagi dengan keluarga terpandang, Chastine awalnya mengira pernikahan mereka hanyalah hubungan yang saling menguntungkan. Tak disangka, pria yang selama ini sulit didekati, dingin, dan menjaga jarak, ternyata menyimpan cinta membara yang selama ini dia tahan mati-matian untuk Chastine. Saat malam tiba, pria itu mengurung Chastine dalam pelukannya. Tangannya berulang kali membelai lembut perut Chastine yang mulai sedikit membuncit. Mata hitamnya dipenuhi hasrat untuk memiliki. Tanpa Chastine sadari, cintanya sudah direncanakan sejak lama.
Ver másMalam semakin larut, tetapi Chastine tidak bisa tidur.Mengingat kembali adegan dalam mimpinya, ternyata saat itu ada begitu banyak orang yang membantu mereka.Memikirkan Farhan, dia jadi teringat celana Zevan. Dia mengeluarkan celana itu dari mesin pengering, menyetrikanya hingga rapi, lalu memasukkannya ke tas.Setelah itu, dia membersihkan seluruh bagian rumah dari dalam hingga ke luar. Sampai tubuhnya terasa lelah dan mati rasa, dia pun tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dipikirkannya.Setelah hari mulai terang, dia mandi untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.Saat hendak keluar, dia menerima telepon dari psikolognya. Sudah waktunya kontrol bulanan.Sebentar lagi Chastine akan pergi ke luar negeri. Akhir-akhir ini, dia makin sering bermimpi buruk. Dia pun ingin berbicara dengan psikolognya. Dia berencana pergi sore nanti.Saat hendak keluar, pintu unit di seberang terbuka. Zevan mengenakan setelan jas yang dibelikannya kemarin. Potongannya pas di
"Mencari masalah dengannya sama saja dengan mencari masalah denganku. Aku harap Bu Solana memahami hal ini.""Barang-barang ini akan kusimpan dulu untukmu."Ancaman yang begitu jelas membuat Solana langsung ketakutan dan tidak berani bersuara.Elric menutup telepon, lalu menatap Karina yang berlutut di lantai sambil menangis tersedu-sedu. Tatapan dinginnya perlahan berubah lembut."Kak Elric, maaf .... Apa Kakak pergi dari rumah ...?" Karina gemetar ketakutan setelah mendengar percakapan telepon Elric dengan ibunya.Namun, karena Elric tidak menyalahkannya, dia kembali menenangkan dirinya sendiri.Pergi dari rumah? Wanita itu bersusah payah mendekatinya, bukankah demi membalas dendam? Dendamnya bahkan belum terbalaskan, bagaimana mungkin Chastine tega meninggalkannya?Namun, ketika teringat tatapan Chastine yang begitu kecewa saat pergi, jantungnya seolah diremas kuat-kuat oleh sesuatu.Rasa sesak itu segera ditepisnya. Mana mungkin dia peduli pada seseorang yang telah memanfaatkannya?
Chastine berhadapan dengan sepasang mata hitam Elric yang mengerikan.Amarah membara di mata pria itu saat dia menatap Mawar. Setelah mengetahui bahwa Chastine diberi obat, dia sangat marah.Mawar menjelaskan dengan panik, "Tuan, Nyonya, saya nggak memasukkan obat itu. Sarang burung walet ini saya masak selama dua jam ...." Nada bicaranya menyiratkan rasa menyesal."Kamu mengada-ada!" Suara Karina terdengar tajam.Elric menunduk menatap Karina. Mata Karina berkaca-kaca saat mengadu dengan wajah penuh kesedihan, "Dia memfitnahku. Mana mungkin aku mencelakai Kakak? Ibuku juga nggak mungkin melakukannya."Suara Elric melunak. "Tenang saja. Asalkan kamu nggak melakukannya, nggak ada yang bisa memfitnahmu ....""Tuan, saya punya buktinya." Mawar mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menjelaskan dengan tenang, "Saat bertemu Nyonya Solana sore tadi, saya merekam percakapan kami."Karina langsung pucat dan menerjang Mawar. Namun, Mawar sudah menekan tombol putar dan mengangkat ponselnya tinggi-
"Bu, bukankah menjebaknya seperti itu kurang pantas?""Kurang pantas gimana? Lebih bagus lagi kalau si anak durhaka itu melihatnya sendiri dan cemburu sampai mati."Chastine pergi tanpa ekspresi. Setelah mengambil tas di ruang VIP, dia berkendara menuju rumah sakit untuk kembali menangani urusan setelah insiden di peresmian itu. Dia menemui ibu dan anak itu lagi.Larut malam, dia duduk di balkon Moon Bay, menatap pemandangan di kejauhan dengan tatapan muram.Karina akan memberi Elric obat agar bisa tidur dengannya ....Ucapan Jona kembali terngiang di benaknya. Bagaimana kalau sebenarnya Elric dan Karina tidak pernah berhubungan, dan Elric hanya mendekati Karina karena sudah berjanji akan memberinya seorang anak?Waktu itu, meski terhalang hujan dan jarak, melihat mereka saling tarik hingga jatuh ke sofa bukan berarti mereka benar-benar melakukan apa-apa. Jangan-jangan Elric memang tidak pernah menyentuh Karina?Chastine menoleh dan melihat sosok pria yang elegan dan berwibawa di balko


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.