Sarah berdiri di ambang pintu ruang bawah tanah itu. Cahaya dari lorong belakang hanya masuk sedikit, membentuk garis tipis di lantai batu yang lembap. Bau anyir logam semakin kuat. Bercak merah pada kain yang tergeletak dekat pintu masih basah. Itu darah. Bukan luka kecil.Sarah memaksakan dirinya untuk tidak mundur. Ia menoleh ke belakang, memastikan Mira masih di dekat dinding gudang. Perempuan itu terlihat ketakutan, tidak berani bersuara.“Tunggu di luar,” bisik Sarah.“Nona, jangan masuk sendirian,” Mira memohon.“Aku hanya melihat sebentar.”Sarah melangkah masuk perlahan. Ruang bawah tanah itu ternyata lebih luas dari yang ia kira. Di dinding-dindingnya tergantung rantai tua dan beberapa lentera yang sudah mati. Lantainya tanah dan batu, dengan genangan air di beberapa sudut.Semakin ke dalam, bau darah semakin menyengat. Sarah menutup hidung dengan lengan bajunya. Matanya menyapu ruangan.D
最終更新日 : 2026-08-27 続きを読む