Selir Idaman Raja

Selir Idaman Raja

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-26
โดย:  Pena Hideungอัปเดตเมื่อครู่นี้
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
10บท
16views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Sarah hanyalah selir raja yang dianggap remeh oleh seisi istana, tetapi di balik kecantikannya ia menyimpan kecerdasan luar biasa dalam strategi perang, kebijakan, dan ekonomi kerajaan. Ketika ancaman perang dan pengkhianatan mulai mengguncang takhta, Raja Adrian justru semakin bergantung pada Sarah, menjadikannya bukan sekadar selir, melainkan penasihat paling berbahaya di istana. Namun semakin besar pengaruh Sarah, semakin besar pula bahaya yang mengintai dari orang-orang yang ingin menjatuhkannya, termasuk Ratu Elena yang merasa posisinya terancam. Di tengah intrik istana dan perang yang tak terelakkan, Sarah harus memilih antara tetap menjadi selir idaman raja atau merebut kekuasaan yang selama ini tak pernah ia inginkan.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

BAB 1: SELIR YANG DILUPAKAN

Malam di Istana Arshaka selalu terasa sama bagi Sarah. Dingin, sunyi, dan penuh bisikan yang tidak pernah benar-benar peduli padanya.

Ia duduk di depan cermin perunggu di sudut kamarnya, menatap wajah yang disebut banyak orang cantik. Rambut hitamnya terurai panjang melewati bahu. Kulitnya bersih, matanya tajam.

Namun, semua itu tidak berarti apa-apa di dalam tembok istana yang luas ini. Sarah sudah tiga bulan menjadi selir Raja Adrian. Tiga bulan penuh ia menjalani hari-hari yang nyaris tidak berbeda: bangun, makan, berdiam diri, lalu tidur.

Ia tidak pernah dipanggil menghadap raja. Ia tidak pernah diundang ke jamuan istana. Bahkan namanya hampir tidak pernah disebut, kecuali oleh pelayan tua yang mengurus keperluannya.

Statusnya sebagai selir memang sah. Namun, di mata banyak orang, ia tak lebih dari perempuan simpanan yang terbuang.

Dulu, keluarga Sarah adalah salah satu keluarga bangsawan terpandang di perbatasan timur. Ayahnya, Lord Arman, adalah panglima yang dihormati. Namun, semua berubah ketika pengkhianatan besar mengguncang kerajaan, dan nama keluarga Arman ikut terseret.

Sarah dipaksa masuk ke istana sebagai bagian dari kesepakatan politik yang tidak pernah ia inginkan. Ia menjadi selir bukan karena cinta, bukan karena keinginan raja, tetapi karena dianggap sebagai alat untuk menjaga sisa-sisa kehormatan keluarganya.

“Nona Sarah, sebaiknya Anda beristirahat. Sudah larut malam,” suara Dayang Mira memecah lamunannya.

Sarah menoleh. Wanita paruh baya itu berdiri di dekat pintu, membawa nampan berisi teh hangat. Senyumnya tulus, satu-satunya yang membuat Sarah merasa masih dianggap sebagai manusia di tempat ini.

“Aku tidak mengantuk, Mira,” jawab Sarah pelan.

Dayang Mira meletakkan nampan di meja kecil, lalu mendekat. “Jika Nona ingin tetap di istana, Nona harus menjaga kesehatan. Di sini, penyakit bisa menjadi senjata bagi musuh.”

Sarah tersenyum tipis. Ia tahu itu benar. Istana adalah panggung pertarungan yang halus. Bukan pedang yang membunuh, melainkan racun, gosip, dan senyuman palsu.

“Apakah ada kabar dari perbatasan?” tanya Sarah tiba-tiba.

Mira terdiam sejenak. “Tidak ada kabar baik, Nona. Pasukan kerajaan terdesak di Lembah Esha. Para penasihat raja mulai cemas.”

Sarah menegakkan punggungnya. Matanya yang tadi tampak lesu berubah serius. “Terdesak? Bukankah seharusnya mereka bertahan di benteng utara?”

“Itulah masalahnya. Panglima Dasco memilih menyerang terbuka. Banyak prajurit tumbang.”

Sarah menahan napas. Nama Lembah Esha tidak asing baginya. Ayahnya dulu pernah bercerita panjang tentang wilayah itu. Tempat berbatu dengan kabut tebal di pagi hari, berbahaya untuk pasukan bergerak cepat.

Jika pasukan kerajaan masuk terlalu jauh, mereka akan dikepung dari atas bukit.

“Siapa yang memberi perintah menyerang?” tanya Sarah lebih tajam.

“Panglima Dasco sendiri, Nona.”

Sarah mengatupkan bibir. Ia tahu betul nama itu. Panglima Dasco adalah orang yang naik menggantikan posisi ayahnya setelah skandal pengkhianatan keluarganya mencuat.

Pria itu ambisius dan tidak sabar. Jika ia memimpin pasukan di medan yang tidak ia kenal, maka kerugian bukan sekadar kemungkinan, melainkan kepastian.

“Aku butuh peta wilayah,” kata Sarah pelan.

Mira terkejut. “Nona, jika ada yang mendengar…”

“Aku hanya ingin melihat. Tidak lebih.”

Mira memandang Sarah sejenak. Ia tahu perempuan muda di hadapannya bukan selir biasa. Dulu, sebelum masuk istana, Sarah tumbuh di bawah didikan langsung Lord Arman.

 Ia belajar membaca medan, mempelajari logistik perang, bahkan turut menyusun strategi kecil untuk pertahanan wilayah. Sekarang, semua itu harus disembunyikan.

“Baiklah,” kata Mira akhirnya. “Aku akan coba mencarikan peta tua dari perpustakaan bawah. Nona harus bersabar.”

Sarah mengangguk. “Hati-hati.”

Mira beringsut keluar, menutup pintu perlahan. Sarah menatap lilin di meja yang nyalanya bergetar tertiup angin dari jendela. Jantungnya berdetak lebih cepat.

Ia tahu ini berbahaya. Seorang selir yang dianggap tidak berguna seharusnya tidak memikirkan peta perang.

Namun, ia juga tidak bisa tinggal diam karena Lembah Esha adalah wilayah yang pernah menjadi benteng pertahanan ayahnya. Jika pasukan kerajaan kalah di sana, bukan hanya prajurit yang mati, tetapi nama baik ayahnya bisa kembali diinjak.

Malam itu Sarah tidak tidur.

Saat fajar hampir menyentuh langit, pintu kamarnya tiba-tiba diketuk tiga kali. Cepat. Kasar. Sarah langsung berdiri. Itu bukan ketukan Mira.

Pintu terbuka sebelum ia sempat menjawab.

Seorang perwira istana berdiri di ambang pintu, wajahnya tegang. Di belakangnya, dua penjaga membawa lentera.

“Selir Sarah?” tanya perwira itu dengan nada dingin.

“Ya,” jawab Sarah, tetap tenang.

“Raja Adrian memanggilmu. Sekarang.”

Jantung Sarah berhenti sejenak.

Raja memanggilnya? Setelah tiga bulan tidak pernah sekali pun menoleh?

“Aku harus segera bersiap,” kata Sarah.

“Tidak perlu. Ikutlah.”

Sarah merasakan hawa aneh dari kalimat itu. Panggilan mendadak di saat fajar, tanpa pemberitahuan, tanpa waktu berdandan, adalah hal yang tidak biasa. Itu bisa berarti raja mulai mengingatnya atau justru ingin menyingkirkannya.

Ia menarik napas panjang, lalu melangkah keluar.

Langkahnya di sepanjang koridor istana terasa dingin. Dinding-dinding batu tingg. Cahaya obor menyala redup, membuat bayangan mereka tampak menyeramkan.

Mereka berhenti di depan sebuah pintu besar berukir naga emas. Ruang kerja pribadi Raja Adrian.

“Masuk,” perintah perwira itu.

Sarah menatap pintu itu sejenak. Di baliknya, ada seorang raja muda yang tidak pernah ia ajak bicara bahkan sekali pun. Seseorang yang kabarnya dingin, kejam, dan tidak mudah percaya pada siapa saja.

Ia mendorong pintu perlahan.

Di dalam, cahaya lampu minyak menyala terang. Ruang kerja itu dipenuhi tumpukan gulungan surat, peta, dan segel kerajaan. Di tengahnya, seorang pria duduk di kursi besar dari kayu hitam.

Raja Adrian. Matanya menatap Sarah dari ujung ruangan. Tajam. Dingin. Tidak ada senyum, tidak ada sapaan.

“Kau,” suaranya terdengar rendah dan berat, “adalah putri Lord Arman.”

Itu bukan pertanyaan. Itu pernyataan.

Sarah merasakan hatinya berdesir. Setelah tiga bulan dilupakan, nama ayahnya tiba-tiba disebut oleh raja.

“Benar, Yang Mulia,” jawab Sarah pelan.

Raja Adrian berdiri, lalu berjalan mendekat. Tingginya menjulang, membuat ruangan ini tiba-tiba terasa lebih sempit.

“Aku kehilangan banyak prajurit di Lembah Esha,” katanya datar. “Dan ada yang mengatakan kepadaku bahwa kau tahu cara menyelamatkan sisanya.”

Sarah menahan napas. Seseorang telah membocorkan rahasianya.

Sekarang, di depan raja yang berbahaya, ia harus memilih: tetap berpura-pura bodoh, atau menunjukkan kecerdasan yang selama ini ia sembunyikan.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
10
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status