Suasana di rumah utama keluarga Wijaya pagi itu terasa sedikit berbeda.Bukan karena rumah itu tiba-tiba menjadi lebih hangat. Justru sebaliknya. Dinding-dinding tinggi, jendela besar, dan lantai marmer yang mengilap masih memancarkan kesan dingin yang sama seperti beberapa hari terakhir.Namun pagi itu, Sera tidak ingin hanya duduk diam.Sejak menikah, ia merasa seperti tamu yang terlalu lama berada di rumah orang lain. Ia tahu Damian tidak menginginkan pernikahan ini. Ia juga tahu dirinya tidak mungkin memaksa pria itu untuk mengubah perasaannya hanya karena mereka telah menjadi suami istri.Maka setidaknya, ia ingin melakukan apa yang bisa dilakukannya.Membuat sarapan.“Tidak perlu, Nyonya,” ujar salah seorang pelayan ketika melihat Sera memasuki dapur.Sera tersenyum kecil. “Aku tidak keberatan.”“Tuan Damian biasanya sarapan di kantor.”“Kalau begitu, tidak masalah. Kalau dia tidak makan, yang lain bisa makan.”Pelayan itu akhirnya mengangguk.Sera mengikat rambutnya dan mulai m
Última actualización : 2026-08-27 Leer más