分享

Bab 7 — Luka Lama

last update publish date: 2026-09-01 16:15:53

Hujan turun tipis di luar jendela ruang kerja Rafael ketika Damian meletakkan sebuah map di atas meja.

Gerakannya tenang, tetapi terlalu keras untuk sekadar meletakkan berkas.

Rafael yang sejak tadi membaca dokumen langsung mengangkat pandangan. Ia tidak bertanya tentang pekerjaan. Wajah Damian sudah cukup menjelaskan bahwa pertemuan ini bukan mengenai bisnis.

“Adeline,” kata Damian singkat.

Rafael menutup map di tangannya.

“Lagi?”

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 33 — Pengakuan Kecil

    Sera terbangun ketika cahaya pagi menyelinap melalui celah tirai.Untuk beberapa detik, ia tidak mengingat apa pun.Sampai kemudian ia menyadari sesuatu.Ia tidak sendirian.Sera menoleh perlahan.Damian masih berada di sisi ranjang.Pria itu membelakanginya, tetapi jarak mereka tidak lagi sejauh semalam. Entah bagaimana, saat tidur, tubuh Damian bergeser sedikit mendekat. Tidak sampai menyentuhnya, hanya cukup untuk membuat jarak yang semula terasa seperti batas menjadi lebih kecil.Sera menahan napas.Ia segera mengalihkan pandangan.Jangan berpikir macam-macam.Ia sendiri yang meminta Damian tidur di ranjang. Tidak ada yang istimewa dari itu.Namun ketika Sera hendak bangun, suara rendah terdengar dari sampingnya.“Sudah bangun?”Sera terkejut.Damian ternyata sudah terjaga.“Sudah.”“Kepalamu masih sakit?”“Sedikit.&rdqu

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 32 — Tidur di Sampingnya

    Malam sudah semakin larut ketika Sera membuka mata.Demamnya memang belum sepenuhnya turun, tetapi tubuhnya terasa sedikit lebih ringan dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Lampu kamar dibiarkan redup. Udara terasa dingin, dan di sisi tempat tidur, Damian masih duduk di kursi dengan punggung bersandar.Ia belum pergi.Sera memandangi pria itu beberapa saat.Sejak sore, Damian hampir tidak melakukan apa pun selain memastikan air minumnya tersedia, mengecek suhu tubuhnya, dan sesekali bertanya apakah ia membutuhkan sesuatu.Semua dilakukan tanpa banyak bicara.Seolah-olah perhatian itu hanyalah kewajiban.Namun Sera mulai kesulitan mempercayainya.“Damian.”Pria itu langsung membuka mata.“Apa?”Sera menggeser pandangan ke sofa kecil di sudut kamar. Selimut yang tadi digunakan Damian masih terlipat di sana.“Tidurlah di ranjang.”Alis Damian langsung berkerut

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 31 — Demam Kedua

    Sera mulai merasa tubuhnya tidak lagi bisa diajak bekerja sama.Sejak pagi, kepalanya terasa berat. Tenggorokannya kering, tubuhnya lemas, dan sesekali pandangannya berkunang-kunang.Namun ia mengabaikannya.Ada terlalu banyak hal yang masih memenuhi pikirannya.Kotak surat Ratna yang menghilang.Surat yang mungkin sedang berada di tangan seseorang.Dan kalimat terakhir yang terus menghantuinya.Anak yang harus dilindungi.Sera ingin mencari tahu semuanya sebelum rahasia itu kembali digunakan untuk menyakiti Damian.Karena itu, ia tetap menjalani hari seperti biasa.Sampai menjelang sore, ketika tubuhnya akhirnya menyerah.Ia baru saja berdiri dari meja ketika lututnya kehilangan tenaga.Sera berpegangan pada tepi meja."Napas..." gumamnya pelan.Ia mencoba berjalan menuju kamar.Namun langkahnya terasa semakin berat.Begitu sampai di depan pintu, Sera berhenti.

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 30 — Surat yang Hilang

    Sera baru menyadari ada sesuatu yang salah ketika ia membuka lemari kecil di ruang penyimpanan.Kotak kayu milik Ratna yang selama beberapa minggu terakhir terus memenuhi pikirannya sudah tidak ada.Ia berdiri diam di depan rak.Tangannya menyentuh permukaan kayu yang kosong.Tidak mungkin ia salah tempat.Kotak itu selalu disimpan di bagian paling belakang, di bawah beberapa benda lama yang sudah tidak pernah digunakan. Ia masih mengingatnya dengan jelas sejak pertama kali menemukannya.Di dalam kotak itu ada beberapa surat.Salah satunya bahkan mencantumkan namanya.Sera Adeline.Sera menelan ludah.Ia segera keluar dari ruang penyimpanan dan mencari Damian.Pria itu berada di ruang kerjanya.Ketika Sera mengetuk, tidak ada jawaban.Ia mengetuk sekali lagi."Damian?""Masuk."Sera membuka pintu.Damian berdiri di dekat meja, tetapi begitu melihat

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 29 — Hampir Mengaku

    Sejak percakapan mereka malam itu, Sera merasa ada sesuatu yang berubah.Bukan hanya karena Damian meminta dirinya memberi kabar jika pulang terlambat. Bukan pula karena pria itu terang-terangan mengatakan tidak suka ketika Theo mengantarnya pulang.Ada sesuatu dalam cara Damian memandangnya yang membuat Sera sulit bersikap biasa.Pagi itu, mereka sarapan dalam keheningan yang tidak lagi terasa sedingin dulu.Sera sedang mengoleskan selai ke rotinya ketika Damian meletakkan secangkir kopi di dekat tangannya.Sera menatap cangkir itu."Ini untukku?"Damian mengangguk."Jasmine tea," katanya. "Kau biasanya minum itu pagi-pagi."Sera terdiam.Ia masih ingat ketika dulu Damian bahkan tidak tahu minuman kesukaannya. Sekarang pria itu justru mengingatnya tanpa perlu ditanya."Terima kasih."Damian hanya mengangguk.Sera menunduk, menyembunyikan senyum kecil.Beberapa detik kemudian, Damian be

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 28 — Damian Cemburu

    Sera baru menyadari betapa sulitnya menjaga jarak setelah seseorang mulai terbiasa berada di dekatnya.Sepanjang perjalanan pulang dari pertemuannya dengan Nadia, ia terus memikirkan satu hal: ia harus mencari kebenaran. Bukan hanya demi dirinya, tetapi juga demi Damian.Jika ada rahasia yang disembunyikan keluarga mereka, Sera tidak ingin Damian mengetahuinya dari orang lain lalu kembali memandangnya sebagai bagian dari sesuatu yang ia benci.Namun, semakin ia berusaha berhati-hati, semakin sulit pula mengabaikan perubahan kecil di antara mereka. Terutama setelah malam di restoran itu dan pagi ketika Damian bertanya apakah ia sudah sarapan.Sore itu, Sera pulang sedikit lebih lambat dari biasanya.Ketika mobil yang mengantarnya berhenti di depan rumah, ia melihat Damian berdiri di dekat pintu. Sebelum sempat bertanya, Theo turun dari kursi pengemudi."Terima kasih sudah mengantarku," kata Sera."Tidak masalah. Kebetulan arah kita sam

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status