Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku

Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku

last updateÚltima atualização : 2026-09-01
Por:  Alfina EverleighAtualizado agora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Classificações insuficientes
7Capítulos
16visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Sera Adeline menerima perjodohan dengan Damian Wijaya tanpa tahu bahwa pernikahan mereka menyimpan rahasia kelam yang menghubungkan keluarganya dengan tragedi keluarga Wijaya di masa lalu. Damian yang awalnya membenci Sera karena percaya keluarganya adalah penyebab kehancuran keluarganya, perlahan justru jatuh cinta kepada istrinya yang tidak pernah menuntut kasih sayangnya. Namun ketika surat mendiang Ratna, foto lama, dan buku harian mulai mengungkap hubungan tersembunyi antara keluarga Adeline dan Wijaya, Sera menyadari bahwa selama ini hidupnya dibangun di atas kebohongan. Di tengah cinta yang semakin dalam, pengkhianatan keluarga, dan ancaman Atmaja serta Baskoro, Damian harus memilih antara mempertahankan kebencian yang diwariskan kepadanya atau melindungi perempuan yang akhirnya menjadi satu-satunya orang yang benar-benar ingin ia pertahankan.

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1 — Pernikahan yang Tidak Diinginkan

Sera Adeline berdiri di depan altar dengan kedua tangan saling menggenggam erat.

Gaun putih yang dikenakannya terasa sedikit lebih berat daripada beberapa menit lalu. Bukan karena kainnya, bukan pula karena panjang ekornya yang menyapu lantai marmer. Berat itu datang dari kesadaran bahwa setelah hari ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Di sampingnya berdiri Damian Wijaya.

Suaminya.

Atau setidaknya, pria yang beberapa detik lagi akan menjadi suaminya secara sah.

Sera meliriknya sekilas.

Damian berdiri tegak dengan setelan hitam yang sempurna. Wajahnya tenang, nyaris tanpa ekspresi. Tatapannya lurus ke depan, seolah perempuan yang berdiri di sampingnya tidak lebih dari bagian kecil dari sebuah acara yang harus segera diselesaikan.

Ia bahkan belum sekali pun menatap Sera sejak mereka berjalan menuju altar.

Sera menarik napas perlahan.

Tidak apa-apa.

Bukankah sejak awal ia sudah tahu? Pernikahan ini bukan kisah cinta.

Tidak ada pria yang datang menjemputnya dengan senyum bahagia. Tidak ada bisikan lembut tentang masa depan. Tidak ada janji bahwa mereka akan saling mencintai sampai tua.

Yang ada hanyalah kesepakatan dua keluarga.

Sebuah perjodohan.

Sebuah kewajiban.

Dan sekarang, sebuah pernikahan.

“Saudara Damian Wijaya, apakah Anda bersedia menerima Sera Adeline sebagai istri Anda?”

Suara pendeta terdengar jelas di tengah ruangan.

Sera menahan napas.

Untuk pertama kalinya, Damian menundukkan kepalanya sedikit.

Namun, bukan kepada Sera.

Ia melihat dokumen pernikahan yang berada di hadapannya.

“Bersedia.”

Satu kata.

Datar.

Tanpa getaran.

Tanpa kebahagiaan.

Sera menelan ludah.

Lalu, pertanyaan yang sama diarahkan kepadanya.

“Saudari Sera Adeline?”

Sera menatap lurus ke depan.

Di barisan keluarga, ia melihat ibunya, Miriam, duduk dengan wajah yang sulit dibaca. Perempuan itu tampak tenang, tetapi Sera mengenal ibunya cukup baik untuk tahu bahwa ketenangan tersebut menyembunyikan sesuatu.

Sesuatu yang tidak pernah mau dibicarakan.

Sera kemudian melihat ke arah keluarga Wijaya.

Baskoro Wijaya duduk dengan wajah penuh wibawa. Sebagai kepala keluarga, pria itu tampak puas melihat pernikahan tersebut terlaksana. Di sampingnya, Sukma Wijaya hanya diam dengan tatapan yang sesekali berpindah antara dirinya dan Damian.

Ada sesuatu dalam tatapan nenek Damian yang membuat Sera merasa tidak nyaman.

Seolah perempuan tua itu sedang mengingat sesuatu.

Sera kembali menatap ke depan.

“Saya bersedia.”

Suara Sera terdengar lembut, tetapi cukup jelas.

Beberapa tamu tersenyum.

Kilatan kamera mulai bermunculan.

Seseorang bahkan berbisik bahwa pernikahan itu adalah penyatuan dua keluarga yang telah lama memiliki hubungan baik.

Sera hampir tersenyum mendengarnya.

Hubungan baik?

Kalau memang kedua keluarga begitu dekat, mengapa selama bertahun-tahun ibunya selalu menghindari pembicaraan mengenai keluarga Wijaya?

Mengapa setiap kali Sera bertanya tentang Damian, Miriam hanya menjawab singkat?

Itu urusan orang dewasa.

Tidak perlu kau pikirkan.

Jalani saja.

Sera tidak pernah mengerti.

Namun hari ini, ia memilih untuk tidak bertanya.

Tidak lagi.

Akad selesai.

Tepuk tangan memenuhi ruangan.

Damian akhirnya menoleh kepadanya.

Hanya sebentar.

Tatapan mereka bertemu.

Mata pria itu gelap, dingin, dan sulit dibaca.

Sera memberikan senyum kecil.

Bukan senyum seorang perempuan yang sedang jatuh cinta.

Hanya senyum seseorang yang berusaha menunjukkan bahwa ia tidak akan menjadi beban.

Anehnya, Damian tidak membalas.

Tatapannya justru bertahan sedikit lebih lama.

Kemudian, ia memalingkan wajah.

Sera tidak tahu bahwa ketenangannya membuat Damian semakin tidak nyaman.

Sejak awal, Damian sudah mempersiapkan diri menghadapi perempuan yang menangis, memohon, atau setidaknya menunjukkan kegugupan karena menikah dengannya.

Namun, Sera tidak melakukan semua itu.

Tidak sekali pun.

Ia tidak bertanya apakah Damian akan mencintainya.

Tidak meminta kamar bersama.

Tidak menuntut perhatian.

Bahkan ketika Damian tidak menatapnya di altar, perempuan itu hanya berdiri tenang.

Seolah penolakan Damian tidak berarti apa-apa.

Itu yang membuat Damian terus memperhatikannya.

Pesta pernikahan berlangsung meriah.

Lampu kristal memantulkan cahaya ke seluruh ballroom hotel.

Para tamu dari kalangan keluarga Wijaya dan Adeline bercampur dalam percakapan yang penuh basa-basi.

Sera berdiri di samping Damian, menerima ucapan selamat satu demi satu.

“Selamat, Nona Sera.”

“Semoga pernikahan kalian langgeng.”

“Kalian pasangan yang serasi.”

Sera selalu menjawab dengan senyum.

“Terima kasih.”

Setiap kali seseorang mengatakan mereka pasangan yang serasi, Sera merasa ada sesuatu yang aneh di dalam dadanya.

Serasi?

Mereka bahkan hampir tidak saling mengenal.

Ketika seorang kerabat Damian memuji betapa beruntungnya Damian mendapatkan perempuan sesabar Sera, Damian hanya mengangkat gelasnya tanpa berkata apa-apa.

Sera meliriknya.

Untuk pertama kalinya, ia menyadari sesuatu.

Pria itu benar-benar tidak menginginkan pernikahan ini.

Dan mungkin, Sera harus menerima kenyataan tersebut sejak awal.

Ketika malam semakin larut, tamu mulai meninggalkan ballroom.

Sera berdiri di dekat jendela besar sambil memandangi lampu kota.

Ia akhirnya memiliki waktu untuk bernapas.

“Capek?”

Suara Damian membuatnya menoleh.

“Sedikit.”

Damian berdiri beberapa langkah darinya.

Untuk beberapa detik, mereka hanya saling diam.

Sera tidak tahu harus mengatakan apa.

“Kalau begitu, kita pulang.”

Sera mengangguk.

Mereka berjalan berdampingan menuju pintu keluar.

Tidak ada yang menyadari bahwa dari kejauhan, Baskoro memperhatikan mereka dengan tatapan penuh perhitungan.

Sukma juga melihat ke arah pasangan itu.

Namun, ekspresi perempuan tua tersebut berbeda.

Ada kecemasan.

Ada penyesalan.

Dan mungkin sesuatu yang lebih dalam.

Sesuatu yang telah disimpan selama dua puluh lima tahun.

Sera tidak mengetahuinya.

Damian juga tidak.

Malam itu, mereka mengira hanya sebuah pernikahan yang baru saja dimulai.

Padahal, tanpa mereka sadari, pernikahan itu telah membuka kembali sebuah pintu yang selama seperempat abad sengaja dikunci rapat.

Di balik pintu itu tersimpan nama Daniel Adeline.

Nama Ratna Wijaya.

Sebuah tragedi lama.

Dan alasan mengapa seorang perempuan bernama Sera Adeline sejak kecil harus dijauhkan dari keluarga Wijaya.

Rahasia itu belum terungkap.

Tetapi untuk pertama kalinya setelah dua puluh lima tahun, ia mulai bergerak.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
7 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status