Elora membiarkan Dominic membawanya kembali ke apartemen.Sepanjang perjalanan, keheningan di antara mereka terasa begitu tebal dan menghimpit. Kepala Elora terasa berat, penuh dengan persiapan pernikahan, sikap Kendra yang gemar melambungkan hatinya, sekaligus menjatuhkan ekspektasinya di detik berikutnya, serta tentang pertengkaran keduanya di mobil tadi.Sejujurnya, mungkin ini kali pertama mereka bertengkar dalam beberapa bulan terakhir.Biasanya, memang Elora selalu pengertian. Ia menemani pria itu sejak awal merintis karier, bahkan membantu Kendra. Jadi Elora tidak berniat menambah beban Kendra.Pun, jika ia kelepasan marah, Kendra selalu sigap memadamkan amarahnya.Namun, tampaknya hal itu mencapai puncaknya malam ini.“Terima kasih, Kak,” ujar Elora sebelum melangkah ke dalam apartemen. “Pulanglah. Aku baik-baik saja.”“Nona–”“Aku ingin sendiri,” ucap Elora langsung. “Banyak yang perlu aku pikirkan.”Dominic terdiam menatap Elora selama beberapa saat. “Mandilah air hangat,” b
Last Updated : 2026-08-24 Read more