Atasanku tidak banyak membujukku dan menyetujui untuk membantuku mengurus proses pengunduran diriku.Saat aku hendak pergi, tak disangka tiba-tiba Billy menyusul keluar.“Apa maksudmu nggak perlu kasih tahu aku?”“Nggak ada.”Billy tak bertanya lebih lanjut. Dia menyerahkan sebuah amplop padaku.“Menurutmu, gimana baju ini?”Gaun ini adalah pakaian yang kutandai di sebuah majalah minggu lalu.Saat itu, aku bertanya padanya apakah gaun ini bagus, tapi dia sibuk membalas pesan dan tak menjawab, Aku tak menyangka dia masih mengingatnya.Hatiku sempat tersentuh.Namun, aku mendengar dia berkata, “Harusnya Clara suka, ‘kan?”Aku terdiam, lalu mengangguk, “Iya, lumayan cantik, cocok dengan seleranya.”Mungkin karena sikapku yang luar biasa tenang, untuk pertama kalinya Billy berinisiatif menjelaskan.“Kasus minggu lalu bisa dimenangkan sepenuhnya berkat Clara.”“Aku nggak mungkin membiarkannya bekerja tanpa imbalan. Sebagai atasan, setidaknya aku harus menunjukkan sedikit apresiasi.”Dia men
Magbasa pa