MasukDi acara reuni kelas, begitu aku kembali usai membantu pacarku membeli barang, tempat dudukku sudah diduduki sahabatku. Gelas anggur merah dan piringku sudah disingkirkan, diganti dengan satu set yang baru. Sama sekali tidak ada jejak yang menunjukkan kalau aku pernah berada di sana. Melihatku datang, Clara hendak berdiri, tapi Billy buru-buru menahannya untuk duduk kembali. “Lagipula dia juga nggak akan paham kalau kita membicarakan soal kasus. Duduk di sini hanya bisa ikut-ikutan tersenyum.” Yang lain tak ada yang berani menimpali. Semua orang tahu, dulu keluargaku mengalami masalah besar, sehingga aku terpaksa berhenti kuliah di tengah jalan. Saat kuliah, mereka adalah ‘pasangan terbaik’ di fakultas hukum. Mereka telah menyelesaikan begitu banyak kasus rumit bersama-sama. Setelah lulus, mereka berdua langsung masuk ke jajaran firma hukum ternama, sementara aku hanya bisa mengandalkan pacarku untuk masuk ke firma hukum sebagai ‘sekretaris kecil’. Aku berdiri terpaku dengan bodohnya di tempat. Billy baru saja menerima rokok yang kubelikan untuknya, lalu kembali berkata santai, “Clara mau minum milk tea, pergi belikan untuk dia.” Saat mengatakannya, dia bahkan tidak melirikku sedikit pun. Setelah itu, dia kembali melanjutkan obrolannya. Di tengah obrolan hangat mereka, tiba-tiba aku merasa lelah. Orang yang dulu mati-matian kukejar, tapi tak pernah berhasil itu, kini aku tak lagi ingin mengejarnya.
Lihat lebih banyakKelopak bunga putih berserakan di lantai, waktu seolah berhenti seketika.Senyuman di wajah Billy menghilang, menyisakan kecanggungan.“Herli, kamu benar-benar begitu benci denganku sekarang?”“Selama mencarimu, hari-hariku terasa begitu berat. Rasanya hidupku tiba-tiba kehilangan arah.”“Jadi, aku harus menemukanmu dan membawamu pulang.”Tanganku tetap sibuk membungkus bunga. Aku bahkan tidak meliriknya.“Sudah kubilang, aku nggak akan pulang bersamamu.”“Mulai sekarang, jalani hidupmu sendiri dan aku akan menjalani hidupku. Kita nggak perlu saling mengganggu.”“Herli!” Dia akhirnya tidak tahan lagi dan langsung mencengkeram pergelangan tanganku.“Kalau begitu ikut aku pulang. Kamu sudah berjanji akan menikah denganku.”Aku berusaha melepaskan tanganku dengan susah payah, lalu mengernyitkan kening.“Billy, sejak kapan kamu jadi begitu kekanak-kanakan?”“Kamu nggak paham apa arti putus? Aku sudah bersusah payah mendapatkan kembali hidupku sendiri, tapi kamu masih nggak mau melepaskanku
Meninggalkan kota yang telah kutinggali selama hampir sepuluh tahun, aku memulai perjalanan menuju tempat yang sama sekali tidak kukenal.Selama bertahun-tahun itu, aku menemani Billy merintis usahanya dan menyaksikan firma hukumnya berkembang perlahan-lahan.Di balik layar, aku belajar keras hingga larut malam dan akhirnya mendapatkan izin praktik pengacara yang selama ini kuimpikan.Awalnya kupikir, setelah semua yang kulakukan, akhirnya aku bisa berdiri di sisi Billy dan menjadi pasangan yang pantas untuknya.Namun, kenyataannya membuktikan bahwa sepertinya aku tidak akan pernah bisa mengejarnya.Bintang yang paling bersinar di sisinya akan selalu menjadi Clara.Sementara aku hanyalah figuran yang menjadi latar belakang mereka.Selama beberapa hari ini, aku menikmati berbagai macam pemandangan, seolah-olah telah meninggalkan semua masalahku di belakang.Sesekali Billy mengirimiku pesan.Dia memberitahuku bahwa dirinya pergi ke restoran yang dulu sering kami datangi untuk berkencang
Barulah saat itu dia melihat surat pengunduran diri Herli dengan lebih teliti.Tanggal yang tercantum ternyata tepat pada hari acara reuni teman sekelas.Saat itu dia sedang mabuk. Ketika pergi mencarinya ke lorong, dia samar-samar mendengar Herli berkata, “Nggak perlu kasih tahu ke dia.”Ternyata, sejak saat itulah Herli sudah memutuskan untuk pergi.Namun sebenarnya karena apa?Karena dia menyuruhnya beli barang? Atau karena Clara merebut tempat duduknya?Namun, bukankah semua itu hanyalah hal-hal sepele yang biasa terjadi?Dengan susah payah menahan tubuhnya yang lemas, Billy pergi mencari Clara di ruangannya.Namun, dari luar dia justru mendengar Clara sedang berbicara dengan seseorang.“Bu Clara, pihak yang kita wakili sangat marah. Mereka nggak menyangka kasus sebesar ini pun bisa sampai kalah.”“Tapi memang aneh. Dengan kemampuanmu, bukannya seharusnya kasus ini pasti bisa dimenangkan?”Mendengar itu, Clara mencibir.“Berapa pun ganti rugi yang mereka minta, sebutkan saja. Aku y
[Billy, kita putus!]Billy kembali mengambil ponselnya dan menatap kalimat itu cukup lama.Dia tak tahu apa yang terjadi pada Herli akhir-akhir ini. Entah kenapa terus mengungkit putus.Menekan rasa gelisah di dalam hati, dia mengetik,[Bisa nggak jangan buat masalah terus? Aku sudah pesan restoran kesukaanmu, kamu di mana? Cepat telepon aku.]Dia menelan tombol kirim, tapi yang muncul malah tanda seru berwarna merah.Ternyata, Herli sudah memblokirnya.Billy terdiam, keningnya langsung berkerut dalam.Tiba-tiba, Clara datang dan melirik layar ponselnya.“Billy, akhir-akhir ini Clara benar-benar keterlaluan. Bagaimana bisa dia memperlakukanmu seperti ini?”“Kamu sudah berniat baik memesan restoran kesukaannya, tapi dia nggak menghargainya sama sekali.Semakin Clara berkata begitu, Billy semakin merasa sikap Herli tak masuk akal.Dia sudah bersusah payah mencarikan pekerjaan sebagai resepsionis untuknya, bahkan sudah berusaha membujuk dan membuatnya senang.Namun, yang dia dapatkan just












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.