Segera setelah menyuruh para pengawalku untuk membawa putraku pergi, aku langsung kembali ke pesta. Aku seketika berhadapan dengan tatapan menantang dari Maura.Maura mengenakan gaun putih bak malaikat. Dia baru saja beranjak pergi dari tepi kolam renang.Aku menatap ke arah air dan jantungku seakan mau copot.Sebuah kereta bayi berwarna hitam tampak mengapung di kolam. Di dalamnya, ada seorang bayi yang terbungkus selimut terbaring kaku, tak bergerak sama sekali."MAURA!" teriakku. Suaraku memecah riuh tawa para tamu.Kenny dan ibunya, Tania, bergegas lari keluar. Sang ibu, Nyonya Keluarga itu, menjerit dan jatuh berlutut.Kenny menghampiri dengan langkah gontai dan tubuh gemetar. Dia menatap ke arah kolam renang. "Alya, bayinya ... dia tidak bernapas."Aku bahkan tak sanggup untuk sekadar melihatnya. Aku segera berlari cepat menuju lantai dua dan Maura telah mengunci diri di kamarnya.Aku menendang pintu itu dengan keras. "Maura, buka pintu sialan ini! Siapa yang sudah kau dorong ke
Read more