Tangan Weni masih menggantung di udara tepat saat Tama menarik mundur tubuh tegapnya seraya melepas kaus basahnya sendiri.Suasana di ruang keluarga lantai dua yang sempat memanas akibat insiden tumpahan air itu perlahan mencair waktu Bi Surti tiba-tiba muncul dari balik tangga dengan wajah panik."Mas Tama... aduh, maaf banget ganggu jam istirahatnya," cerca Bi Surti dengan logat jawanya yang kental seraya menangkupkan kedua tangan. "Air di kamar mandi belakang mati total, Mas. Kayaknya pompa air di gudang bawah tanah tersumbat atau putus dinamonya. Bi Surti nggak berani turun sendiri, remang banget di bawah."Tama mengeringkan dadanya yang bidang menggunakan ujung kaus bersih yang baru diambilnya, lalu tersenyum menenangkan pada ART senior itu."Iya, Bi, ndak apa-apa. Nanti Tama cek pompa airnya ke bawah," jawab Tama ramah seraya mengambil kotak perkakas di sudut meja."Aduh, terima kasih ya, Mas Tama. Pembantu tua kayak Bibi ini memang selalu ngerepotin," cetus Bi Surti lega sebelu
Last Updated : 2026-09-01 Read more