LOGIN"Mas Tama pasti nggak pernah dapat kasih sayang ya? Gimana kalau kita yang ngasih kasih sayang ke Mas Tama?" Setiap hari Tama disiksa ayahnya, sampai suatu ketika ayahnya menikah lagi dengan Diana, seorang pebisnis kaya raya yang memiliki tiga anak cantik. Ada Wanda yang tak pernah disentuh suaminya, Wina sang eksekutif seksi, juga Weni sang primadona kampus. Dari situ, perjalanan hidup Tama dimulai.
View MoreDeru mesin mobil Wiguno yang melesat pergi perlahan lenyap ditelan kegelapan malam, meninggalkan ruang tengah rumah megah berlantai dua itu dalam keheningan yang teramat lapang.Udara ketakutan dan aura penderitaan yang selama bertahun-tahun meracuni sudut-sudut bangunan itu mendadak menguap tanpa sisa.Diana menarik napas panjang, merapikan gaun tidur sutra gelapnya seraya menatap ketiga putri tirinya yang masih berdiri mengepung Tama."Malam ini kita semua akhirnya bisa tidur tenang tanpa perlu takut ada bentakan atau gedoran pintu," tutur Diana dengan nada suara lembut, matanya berbinar haru saat menatap mata tajam Tama. "Semua berkat kamu, Mas Ganteng. Kamu pahlawan sejati di rumah ini.""Bener kata Mama..." sahut Wanda seraya mengusap lembut lengan atas Tama yang tegap, daster tipis menerawang yang dikenakannya ikut bergoyang pelan. "Mbak Wanda benar-benar merasa dilindungi. Ternyata ada pria sejati yang berdiri menjaga kita di sini."Wina bersedekap dada, menyandarkan tubuh ting
Bisikan dan gigitan manja Weni di gudang bawah tanah baru saja mereda beberapa menit lalu ketika ketenangan rumah megah itu mendadak hancur berantakan.Pintu utama depan digedor kasar dari luar sebelum akhirnya terdorong lebar memperlihatkan sosok Wiguno yang melangkah masuk dengan raut wajah merah padam.Pria berusia empat puluh tujuh tahun itu melangkah lebar menaiki tangga menuju ruang tengah tempat Diana, Wanda, dan Wina sedang berkumpul."Diana! Apa-apaan kamu ini?!" bentak Wiguno dengan suara memekakkan telinga, memukul daun pintu hingga bergema ke seluruh penjuru rumah. "Kenapa pihak bank mendadak membatalkan pengajuan kredit proyek properti aku?! Kamu kan yang pakai pengaruh bisnis kamu buat menjatuhkan aku?!"Diana berdiri santai dari sofa tempat duduknya, menatap suami kandung Tama itu dengan pandangan dingin nan penuh jijik."Aku cuma menyampaikan fakta pada komisaris bank kalau kamu itu pemabuk dan nggak punya jaminan aset yang sah," sahut Diana tegas, suaranya tenang tanp
Tangan Weni masih menggantung di udara tepat saat Tama menarik mundur tubuh tegapnya seraya melepas kaus basahnya sendiri.Suasana di ruang keluarga lantai dua yang sempat memanas akibat insiden tumpahan air itu perlahan mencair waktu Bi Surti tiba-tiba muncul dari balik tangga dengan wajah panik."Mas Tama... aduh, maaf banget ganggu jam istirahatnya," cerca Bi Surti dengan logat jawanya yang kental seraya menangkupkan kedua tangan. "Air di kamar mandi belakang mati total, Mas. Kayaknya pompa air di gudang bawah tanah tersumbat atau putus dinamonya. Bi Surti nggak berani turun sendiri, remang banget di bawah."Tama mengeringkan dadanya yang bidang menggunakan ujung kaus bersih yang baru diambilnya, lalu tersenyum menenangkan pada ART senior itu."Iya, Bi, ndak apa-apa. Nanti Tama cek pompa airnya ke bawah," jawab Tama ramah seraya mengambil kotak perkakas di sudut meja."Aduh, terima kasih ya, Mas Tama. Pembantu tua kayak Bibi ini memang selalu ngerepotin," cetus Bi Surti lega sebelu
Genggaman jemari Wina pada dasi Tama malam itu berakhir dengan helaan napas panjang usai mobil sedan hitam mereka kembali mendarat mulus di garasi rumah megah Wiguno.Keberangkatan Wiguno ke luar kota selama beberapa hari ke depan menjadikan malam minggu di kediaman mewah itu terasa sangat berbeda dari biasanya.Ruang keluarga yang dilapisi karpet bulu tebal di lantai dua menjadi panggung utama kumpulnya para penghuni rumah untuk menonton film bersama.Lampu gantung temaram menerangi empat wanita cantik yang masing-masing menebarkan pesona serta aroma wewangian yang saling beradu tajam di udara.Diana duduk anggun di sudut sofa utama mengenakan gaun tidur sutra warna gelap yang menempel ketat, memperlihatkan lekuk spanyol curvy miliknya yang begitu matang.Di sampingnya, Wanda memeluk bantal sofa dengan daster renda tipis menerawang berpotongan keibuan yang menyingkap sepasang bahu mulusnya.Wina yang baru saja melepas mantel kerjanya kini meliukkan tubuh di sofa panjang hanya berbalu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.