Pada hari ketujuh menulis buku harian, aku muntah di ruang ujian.Saat lembar soal dibagikan, suara-suara di dalam ruang kelas mendadak terasa makin menjauh.Langkah kaki guru pengawas, bunyi lembaran kertas yang dibalik, hingga suara pengeras suara di luar jendela, semuanya bercampur aduk jadi satu.Hanya menyisakan detak jantung yang berdegup semakin kencang, menghantam dada hingga terasa nyeri.Wali kelas menuntunku ke koridor, lalu menelepon Ibu.Setengah jam kemudian, Ibu tiba di sekolah.Wali kelas berkata,"Wajahnya terlihat makin pucat, bagaimana kalau hari ini dia pulang dulu saja?""Nggak usah."Ibu mengeluarkan lembar hasil pemeriksaan itu dari dalam tasnya.Belakangan ini dia memang selalu membawanya ke mana-mana, sampai-sampai bagian lipatannya sudah berserabut.“Baru beberapa hari lalu diperiksa, hasilnya nggak ada masalah apa-apa, kok malah bisa muntah saat ujian? Kok bisa begitu kebetulan?”Di koridor ada beberapa teman kelas yang sedang keluar mengambil air minum. Mere
Leer más