Saat kembali bertemu Regina, aku tidak terlalu terkejut. Beberapa hari lalu, saat menelepon Thomas, aku justru mendengar suara Regina. Sejak itu, aku tahu Regina pasti akan mengerahkan segala cara untuk datang ke sini."Kenal." Aku menatap Regina sambil menjawab Erika dengan datar, "Mantan istriku."Erika pun menghela napas lega.Namun, kening Regina malah berkerut. Dia maju selangkah, menatapku sambil berkata dengan pelan, "Louis, kita bicara sebentar ya."Hubungan selama bertahun-tahun ini memang perlu diakhiri dengan baik. Jadi, aku pun menyetujuinya.Kami berjalan ke dek observasi di samping penginapan. Keheningan seperti sungai panjang yang membentang di antara kami. Beberapa saat kemudian, akhirnya Regina berkata dengan suara seraknya, "Louis, maaf."Aku pun tersenyum sindir. "Masalah apa?"Napas Regina berhenti sesaat. Dia terdiam oleh pertanyaanku. Setelah terdiam lama, dia baru berkata dengan suara rendah, "Aku nggak seharusnya berhubungan terlalu dekat dengan Kevin. Aku sudah
Read More