Patriark Xiao terdiam sesaat, lalu menjawab, “Aku mengerti.” “Karena dia bisa memusnahkan keluarga kita dengan mudah, itulah sebabnya aku memintamu jangan membuatnya tidak senang.” Xiao Xiaoxiao kehilangan kata-kata. Dia ingin menceritakan potret yang pernah dilihat pada zaman kuno. Namun, dia tak berani. Benar-benar tak berani. Bahkan dirinya yang biasanya berani pun takut memicu keanehan dan pertanda buruk. Pada zamannya, dia pernah melihat sebuah potret aneh. Gambar di dalamnya seolah memperlihatkan masa depan Sepuluh Ribu Wilayah. Sejak melihatnya, setiap kali ingin membicarakan isinya, seluruh tubuh Xiao Xiaoxiao akan membeku, seakan jatuh ke ruang es. Karena itulah, begitu melihat Jiang Xin, dia langsung mengenali sosok dalam potret tersebut. Namun, dia tidak bisa mengatakannya. Dan Patriark sekarang justru begitu bodoh! Melihat Xiao Xiaoxiao tak lagi membantah, Patriark Xiao mengira dia sudah setuju. Dia menghela napas lega. Meski begitu, sedikit k
Last Updated : 2026-10-26 Read more