Jiang Xin terdiam. Sekarang ia mengerti kenapa para leluhur suka memukuli Duanmu Yu. Pria ini memang pantas dihajar. Tak ada satu pun pukulan yang sia-sia. Melihat Jiang Xin tidak menjawab, Duanmu Yu terkekeh. “Baiklah, aku mengerti. Anak muda memang mudah malu.” “Tenang. Urusan ini hanya diketahui langit, bumi, kau, dan aku.” “Orang lain tak akan tahu. Mulutku yang paling rapat di seluruh sekte.” Mendengar itu saja, Jiang Xin sudah tahu. Tak lama lagi, mungkin seluruh sekte akan mengetahui masalah tersebut. Bum! Bum! Bum! Gemuruh menara terus berlanjut. Cahaya menyilaukan menyembur, memaksa Duanmu Yu menghentikan godaannya. Ia menghadap menara dan membentuk segel tangan. Dengung panjang mengalun. Langit seketika meredup. Qi Kekacauan dan cahaya warna-warni menutupi matahari. Seluruh sekte terselubung pancaran tujuh warna, seolah pelangi turun ke bumi. “Sudah waktunya!” Duanmu Yu berseru tanpa menoleh. “Jiang Xin, Gu Yunzhe, Liu Yao. Kalian bert
Last Updated : 2026-10-28 Read more