“Jadi, kamu sudah bertemu orang tuanya?” Arland bertanya untuk kesekian kali, tidak peduli Issa sudah mengatakan Ya sampai keki. “Apa menurutmu ini tidak terlalu cepat?” Aqsa ikut bertanya meski matanya tetap fokus pada layar datar di hadapannya, seperti biasa, bermain PlayStation. “Tidak. Tidak ada yang terlalu terburu-buru, aku sudah memikirkannya.” Seperti yang sudah Issa perkirakan sebelumnya, ketiga sahabatnya pasti menganggap pertemuannya dengan orang tua Reana beberapa hari yang lalu terlalu cepat untuk hubungan mereka yang masih seumur jagung. “Lalu apa yang dikatakan mereka ketika melihatmu?” Tanya Aqsa lagi. Issa menyeringai, dipandangnya mereka satu persatu, “Kalian pasti terkejut kalau bertemu Ayah Reana.” “Kenapa?” Arland penasaran, “apa dia tipe Ayah yang protektif dan menyeramkan?” “Atau kamu diusir setelah diinterogasi?” tanya Aqsa, lalu bersama Arland, mereka berdua tertawa geli. “Tidakkah kalian ingat nama Oswald?”Detik itu juga Arland dan Aqsa berhenti tert
Última actualización : 2026-09-19 Leer más