Pagi itu, Reana menemukan kedua orang tuanya sudah duduk di meja makan ketika ia turun. Cahaya matahari menembus jendela-jendela tinggi, jatuh di atas permukaan meja yang tertata rapi. Aroma kopi dan roti panggang memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang seharusnya terasa akrab baginya.“Selamat pagi,” sapa Reana sambil menarik kursi di samping ayahnya.“Pagi, Sayang,” jawab Tuan Oswald, mengangkat pandangan dari tablet yang sejak tadi dibacanya.Nyonya Oswald hanya menoleh sekilas. “Pagi.”Reana duduk, lalu meraih cangkir tehnya. Ia masih mengingat percakapan mereka semalam, terutama bagaimana ibunya tampak lega setelah mendengar bahwa Issa sedang sibuk. Ada sesuatu dalam reaksi itu yang terus mengusik pikirannya. Sesuatu yang membuatnya ingin bertanya lebih jauh, meski ia sendiri belum tahu harus mulai dari mana.“Ibu,” panggilnya akhirnya, setelah beberapa saat memperhatikan ibunya yang sedang mengoleskan selai pada roti.“Ya?” Nyonya Oswald menjawab tanpa mengangkat wajah.Reana
Última actualización : 2026-10-09 Leer más