“Ma–maksud kamu ap–apa, Bi?” tanya Raka dengan suara terbata-bata, tenggorokannya mendadak terasa teramat kering.Bianca tidak langsung menjawab. Gadis itu justru mengulas senyum manja yang menggoda, seolah tahu persis dampak yang ia berikan pada pria di hadapannya.Tangan kirinya bergerak naik, dengan lembut membelai tiap inci rahang tegas Raka. Sentuhan jemari lentik itu membuat Raka sedikit bergidik, namun di saat yang sama, ada sesuatu yang liar di dalam dirinya yang mulai bergejolak bangun.“Aku tahu, Kak,” bisik Bianca, suaranya mendayu di telinga Raka. “Tadi malam Kak Raka pasti nggak bisa tidur tenang karena masih terbayang-bayang sama ciuman kita, kan? Ngaku aja, Kak. Kak Raka sebenarnya masih mau lanjutin yang tadi malam, kan? Atau…”Bianca sengaja menggantung kalimatnya. Perlahan, telapak tangannya meluncur turun dari dada bidang Raka, melewati perutnya yang keras, hingga berhenti tepat di area bawah perut pria itu. Tekanan halus yang diberikan Bianca spontan membuat napas
Terakhir Diperbarui : 2026-09-12 Baca selengkapnya