“Nghh… enak banget, Ka,” ucap Amara dengan sedikit mengeluarkan desahan kecil.“Beneran enak, Bu?” tanya Raka pelan.“Em, ah… beneran, Ka. Enak banget ini nggh…” jawab Amara diselingi lenguhan pelan yang lolos dari bibirnya.“Sudah pas, Bu Amara? Nggak berlebihan, kan tenaga saya?” tanya Raka, memastikan kenyamanan dari bosnya.“Tidak kok, pas banget ini tenaga kamu, Ka. Enak banget, Ka” jawab Amara lirih. Matanya terpejam, merasakan kenikmatan setiap sentuhan dari asisten pribadi yang baru seminggu ini bekerja padanya.Dengan telaten Raka memijat Amara. Dimulai dari pundaknya, hingga kepala bagian belakang.“Ini uratnya tegang banget, Bu. Bu Amara kecapean banget ini, ya,” kata Raka saat merasakan urat bagian pundak dan tubuh belakang Amara yang kencang.“Mpphh, iya. Beberapa hari ini saya banyak kerjaan. Susah tidur juga. Lanjut lagi, Ka. Pinter banget kamu mijitnya,” puji Amara.Raka yang dipuji hanya tersenyum tipis. Jujur sebenarnya ini adalah pertama kalinya ia memijat seseorang
最終更新日 : 2026-08-31 続きを読む