Mendengar suara tersebut dari balik telepon, Aluna langsung mengenali siapa yang menjawab panggilannya.Tubuh Aluna seketika menegang. Kalau tadi dia terus berbicara, bisa dipastikan semuanya akan berantakan dan entah bagaimana dia harus menjelaskan semuanya.Namun, di sisi lain dia merasa lega karena belum sempat mengutarakan tujuannya. "Eh, Acit, ada apa, Sayang?" tanya Nyonya Livia lembut dari balik telepon."Eh, Mama. Apa ada Papa di sana?" tanyanya, berusaha terdengar biasa."Ada, sedang ke toilet," jawab Nyonya Livia. "Ada apa, Acit?"Aluna terdiam sejenak. Dia segera memutar otak."Sebenarnya ... ada sesuatu yang mau aku bicarakan dengan Papa," kata Aluna."Oh, begitu ...." Belum sempat Nyonya Livia melanjutkan, terdengar suara langkah kaki dari kejauhan."Siapa yang menelepon?" suara Tuan Henry terdengar."Acit," jawab Nyonya Livia santai.Aluna langsung menahan napas."Berikan ponselnya sebentar," pinta Tuan Henry.Terdengar suara benda berpindah tangan. Sesaat kemudian, su
Last Updated : 2026-09-11 Read more